REQNews.com

Geng Kriminal Haiti Terus Mengganas, AS dan Jerman Evakuasi Staf Kedutaan

News

Monday, 11 March 2024 - 18:31

Polisi Haiti baku tembak dengan pasukan di dekat istana (Foto:mainichi)Polisi Haiti baku tembak dengan pasukan di dekat istana (Foto:mainichi)

HAITI, REQNews  - Ketika Haiti semakin terjerumus ke dalam kekerasan geng kriminal, Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya telah menerbangkan staf kedutaan untuk kembali ke negaranya.

AS juga meningkatkan keamanan di misi mereka di ibu kota, Port-au-Prince.

“Meningkatnya kekerasan geng di lingkungan dekat kompleks kedutaan AS dan dekat bandara menyebabkan keputusan Departemen Luar Negeri untuk mengatur pemberangkatan personel tambahan kedutaan,” tulis kedutaan di media sosial.

Pelabuhan Utama Haiti Ditutup karena Kekerasan Geng Kriminal, Orang-Orang Bersenjata Masuk Menjarah Kontainer
Kedutaan menambahkan bahwa kedutaan akan tetap buka.

Ini menyusul serangan yang dilakukan geng-geng di bandara, kantor polisi, dan penjara pada minggu ini. Mereka mendorong pemecatan Perdana Menteri (PM) Haiti Ariel Henry.

Kantor berita AFP mengutip warga sekitar yang mengaku mendengar suara baling-baling pesawat di atas, melaporkan bahwa operasi menjelang fajar tampaknya dilakukan dengan helikopter.

Kementerian luar negeri Jerman mengatakan pada Minggu 10 Maret 2024, duta besar Jerman untuk Haiti juga berangkat ke Republik Dominika, bersama dengan perwakilan Uni Eropa lainnya.

Hal ini terjadi ketika situasi di Haiti memburuk. Pelabuhan utama negara itu mengatakan pihaknya menghentikan operasi pada Kamis 7 Maret 2024 karena sabotase dan vandalisme.

Geng-geng di kota yang dilanda kekerasan tersebut meningkatkan serangan mereka ketika Henry berangkat untuk menghadiri pertemuan puncak regional pekan lalu.

Henry berusaha terbang kembali ke Port-au-Prince pada Selasa 5 Maret 2024 tetapi malah berakhir di wilayah AS, Puerto Riko.

Dia tidak bisa mendarat di ibu kota Haiti karena bandara internasionalnya ditutup ketika tentara menggagalkan upaya orang-orang bersenjata untuk merebutnya.

Otoritas penerbangan sipil di negara tetangga Republik Dominika juga menolak pesawat Henry, dengan mengatakan bahwa mereka tidak diberikan rencana penerbangan yang diperlukan.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.