REQNews.com

Junta Militer Myanmar Tangkap Brigadir Jenderal yang Lari dari Medan Tempur

News

Monday, 11 March 2024 - 23:00

Foto: Irrawaddy.comFoto: Irrawaddy.com

Naypyitaw, REQNews.com -- Junta militer Myanmar menangkap Brigadir Jenderal Min Maung, dan menyeretnya ke pengadilan militer, karena menarik pasukan dari Laukkai -- zona pemerintahan sendiri di Kokang yang dikepung tiga kekuatan pemberontak.

Situs Irrawaddy memberitakan pasukan Brigjen Min Maung dikepung tiga kekuatan; Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, dan Tentara Arakan. Hanya ada celah kecil untuk mereka keluar dari Laukkai.

Sumber di pemerintahan junta militer Myanmar mengatakan Brigjen Min Maung menarik pasukan atas perintah Soe Win, wakil panglima militer Myanmar. Namun Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin junta militer Myanmar, memerintahkan penangkapan Brigjen Min Maung.

"Jenderal Min Aung Hlaing tidak menyetujui permintaan komando regional, atau Komando Timur Laut, untuk mundur," kata sumber itu.

Sumber lain mengatakan Brigjen Min Maung ditangkap dengan tuduhan menerimasuap dari sindikat penipuan saat bertugas di Hopang.

Aliansi Persaudaraan menduduki sebagian besar wilayah utara negara bagian Shan, dan berjanji memberantas penipuan dunia maya dan pusat panggilan yang berkembang biak di zona perbatasan Myanmar-Cina. Namun, Operasi 1027 yang dilancarkan aliansi terhenti sejak Cina menangani gencatan senjata yang meliputi wilayah utara Shan.

Brijen Min Maung satu-satunya komandan yang menolak menyerah ketika enam petinggi Komando Operasi (ROC) di Laukkai membahas pengibaran bendera putih sebagai tanda menyerah. Ia lebih suka memimpin pasukannya, berkekuatan 250 tentara, mundur dari markas mereka di dekat Laukkai. Seluruh pasukan kemudian diterbangkan ke Batalyon Infanteri 33 di Tangyan.

Jenderal Min Aung Hlaing naik pitam atas keputusan enam jenderal menyerah kepada pemberontak. Tiga dari enam brigadir jenderal itu dihukum mati, lainnya dijebloskan ke penjara untuk waktu seumur hidup.

Brigjen Min Maung mempertahankan posisinya sebagai komandan MOC pertama.

Setelah seluruh ROC di Laukkai menyerah pada 4 Januari, markas besarnya dipindahkan ke Komanda Timur Laut di Lashio. Kolonel Myo Min Htwe dari Divisi Infanteri Ringan ke-11 diangkat sebagai kepala ROC pada 19 Januari.

Satu bulan kemudian Jenderal Min Aung Hlaing membubarkan ROC di Laukkai. Myo Min Htwe diangkat sebagai kepala MOC pertama, menggantikan Brigjen Min Maung, dan memerintahkan hukuman mati kepada komandan ROC Laukkai Brigjen Moe Kyaw Thu.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.