REQNews.com

Lebih 28 Persen Perempuan Generasi Z di AS Mengidentifikasi Diri LGBTQ, Terbesar Biseksual

News

Thursday, 14 March 2024 - 06:34

Washington, REQNews.com -- Lebih 28 persen perempuan dewasa muda di AS mengidentifikasi diri LGBT, dengan sebagian besar dari mereka biseksual, demikian survei tahunan Gallup.

Gallup melakukan survei, dengan bertanya kepada perempuan AS tentang identitas seksual mereka, tahun 2012. Saat itu, jumlah perempuan dewasa yang mengidentifikasi diri mereka selain heteroseksual telah meningkat dari 3,5 menjadi 7,6 persen.

"Secara keseluruhan, setiap generasi muda memiliki kemungkinan dua kali lebih besar -- dibanding generasi sebelumnya -- untuk mengidentifikasi diri sebagai LGBTQ," kata Gallup.

Lebih satu dari lima orang AS Generasi Z, lahir antara 1997-2012, mengidentifikasi diri sebagai LGBTQ, naik hampir satu dari sepuluh generasi milenial (1981-1996).

Dalam survei tahun 2024, 28,5 persen perempuan Gen-Z mencentang salah satu kotak identigas LGBT, terutama biseksual (20,7 persen), lesbian 5,4 persen, dan transgender 2,1 persen.

Di antara laki-laki generasi yang sama, 10,6 persen mengidentifikasi diri dengan bendera pelangi, dengan jumlah biseksual 6,9 prsen, atau melebihi gay yang hanya 2,8 persen

Sebagai perbandingan, hanya 5,4 persen laki-laki milenial dan 12,4 persen perempuan yang mengidentifikasi diri sebagai LGBTQ. Orang AS lebih tua cenderung mengidentifikasi diri sebagai gay atau lesbian dibanding biseksual atau trans.

Secara keseluruhan, kaum gay dan lesbian mewakili sedikit di atas satu persen orang dewasa AS, dibanding biseksual yang 4,4 persen. Biseksual merupakan identitas dominan di kubu LGBT, dengan 57,3 persen. Gallup juga mencatat ada beberapa tumpang tindih antar identitas karena survei memungkinkan adanya beberapa kategori.

Hasil ini berdasarkan survei telepon terhadap lebih 12 ribu orang AS berusia 18 tahun ke atas. Sedangkan 7,8 persen mengatakan mengidentifikasi diri sebagai satu atau lebih kelompok LGBTQ, 85,6 persen mengatakan mereka heteroseksual, dan 6,8 persen menolak menjawab.

Pemerintah AS saat ini berupaya keras mendukung identitas seksual alternatif, sedangkan Rusia melarang propaganda LGBTQ yang menargetkan anak di bawah umur.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.