Elon Musk Unggah Video Dugaan Kanibalisme di Kerusuhan Haiti, Ini yang Dilakukan X Terhadap Bosnya
SAN FRANCISCO, REQNews - Platform media sosial X menghapus posting-an sang pemilik, Elon Musk, atas tuduhan melanggar aturan atau pedoman perusahaan.
Musk dituduh memolitisasi kerusuhan di Haiti dengan mengunggah video dugaan praktik kanibalisme dalam kerusuhan di negara itu.
Diketahui, Haiti dilanda kerusuhan melibatkan banyak geng kriminal yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Ariel Henry. Beberapa hari lalu Henry mengumumkan mundur.
Awalnya, NBC News dalam laporan pada 13 Maret menuduh Musk dan kalangan influencer konservatif menyebarkan tuduhan kanibalisme di Haiti yang belum terbukti kebenarannya.
"Elon Musk dan influencer konservatif menyebarkan tuduhan yang belum terverifikasi kepada jutaan orang, menjelek-jelekkan para imigran Haiti sebagai kanibal karena mereka menanggung ketidakpastian mendalam tentang masa depan negara mereka serta anggota keluarga mereka yang masih berada di sana," demikian posting-an NBC News.
Musk pun merespons artikel NBC dengan menyertakan video yang dimaksudkan bahwa praktik kanibalisme dalam kerusuhan di Haiti benar terjadi.
"Anda sebut ini apa?" demikian repons Musk atas postingan NBC News disertai video. Namun video tersebut dihapus X.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS belum menerima laporan yang bisa dipercaya mengenai praktik kanibalisme tersebut. Dia juga meminta warga untuk melakukan verifikasi berdasarkan fakta terlebih dulu sebelum menyebarkan berita di media sosial.
Bukan hanya Musk, para influencer sayap kanan sejak beberapa hari terakhir juga membagikan konten serupa tanpa menyertakan bukti bahwa video tersebut benar-benar berasal dari kerusuhan di Haiti.
Musk, seorang konservatif dan dilaporkan mendukung pencalonan Donald Trump, beberapa bulan terakhir mengunggah postingan tentang kebijakan perbatasan AS serta teori konspirasi mengenai masuknya imigran tidak berdokumen.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.