REQNews.com

AS Memaksa ByteDance Menjual TikTok, Tapi Siapa Mampu Beli dengan Harga Segini?

News

Saturday, 16 March 2024 - 03:51

Foto: ForbesFoto: Forbes

California, REQNews.com -- Parlemen AS baru saja meloloskan Rancangan Undang-undang (RUU) yang akan memaksa ByteDance menjual TikTok ke investor AS dalam waktu enam bulan, tapi siapa mau beli aplikasi berbagi video buatan Cina itu dengan harga di atas 150 miliar dolar AS, atau Rp 2.346 triliun.

New York Post memberitakan pendapatan TikTok di AS tahun lalu mencapai 16 miliar dolar AS, atau Rp 250,2 triliun, yang dipastikan meningkatkan potensi harga bagi investor AS yang berminat membeli. Financial Times, mengutip tiga sumber yang mengetahui keuangan TikTok, melaporkan lonjakan pendapatan ini dapat meningkatkan nilai aplikasi itu menjadi di atas 150 miliar dolar AS.

Pendapatan ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di Beijing, melonjak 40 persen menjadi 120 miliar dolar AS atau Rp 1.877 triliun tahun 2023. Sebagian besar pendapatkan berasal dari Cina.

Sebagai perbandingan, Meta -- perusahaan induk Instagram dan Facebook -- menghasilkan pendapatan 135 miliar dolar AS, atau Rp 2.112 triliun.

Meski mengeruk pendapatan sedemikian besar, TikTok masih merugi. Menariknya, ByteDace mencatatkan laba bersih 28 miliar dolar AS, atau Rp 438 triliun, tahun 2023.

Parlemen AS tampaknya tidak peduli dengan angka-angka ini. RUU yang mengharuskan ByteDance melepas TikTok dalam enam bulan ke depan dipastikan akan direstui AS dan ditanda-tangani Presiden Joe Biden untuk menjadi undang-undang.

TikTok, ByteDance, dan pemerintah Cina, berjanji melawan segala upaya yang memaksa penjualan aplikasi itu. Namun, daftar calon pembeli AS telah muncul.

Wall Street Journal melaporkan Bobby Kotick, mantan CEO Activision-Blizzard, telah mendekati ByteDance untuk membicarakan potensi akuisisi. Meski demikian New York Post memperkirakan harga yang mahal akan menyulitkan pembeli AS menggalang dana untuk membeli TikTok.

Seorang eksekutif teknologi mengatakan kekuatan bisnis TikTok dan pendapatan yang kuat akan menyulitkan siapa pun, kecuali pemain teknologi terbesar, untuk membeli aplikasi ini.

Pembeli TikTok paling logis adalah Microsoft dan Google. Namun, UU antimonopoli AS dipastikan akan memblokir upaya pembelian TikTok oleh dua raksasa teknologi AS itu.

Jadi, siapa yang akan membeli TikTok dengan harga fantastis itu. Yang pasti, AS perlu membentuk konsorsium investor raksasa.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.