REQNews.com

Ingin Menyerang Rafah, PM Israel Netanyahu Pastikan Warga Sipil Tinggalkan Lokasi!

News

Monday, 18 March 2024 - 14:30

Perdana Menteri Israel Benjamin NetanyahuPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

JAKARTA, REQnews - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan menyerang Rafah namun ia memastikan jika warga sipil yang berada di Jalur Gaza selatan sudah pergi sebelum pasukannya menyerang Rafah. Hal ini dikemukakan ketika ada kekhawatiran terkait nasib 1,5 juta orang yang berlindung di Rafah. 

Melansir AFP pada Senin 18 Maret 2024, kabinet kemanan Israel akan membahas tekait upaya internasional untuk mengupayakan gencatan senjata. Ia juga menegaskan jika menyetujui rencana untuk melakukan operasi di Rafah dan mengevakuasi penduduk. 

"Tujuan kami dalam melenyapkan batalion teroris yang tersisa di Rafah sejalan dengan memungkinkan penduduk sipil meninggalkan Rafah," kata Netanyahu pada konferensi pers bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Scholz juga mengemukakan pertanyaan kepada Netanyahu terkait tujuan warga sipil jika ada operasi di Rafah. 

Sementara Amerika Serikat (AS) yang memberikan bantuan militer miliaran dolar kepada Israel juga menegaskan jika pihaknya ingin rencana yang jelas dan bisa diaplikasikan untuk memastikan warga sipil tidak dalam bahaya. 

Sebelumnya, Israel telah berulang kali mengancam akan melakukan serangan darat terhadap Hamas di Rafah, tempat orang-orang berlindung di tenda-tenda yang berdesakan di perbatasan Mesir.

 

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.