REQNews.com

Kesadisan Pengantar Jenazah Kembali Terulang, Kali Ini Anggota Polisi di Makassar Dihajar hingga Babak Belur

News

Wednesday, 20 March 2024 - 18:32

Ilustrasi pengeroyokanIlustrasi pengeroyokan

MAKASSAR, REQNews – Seorang anggota polisi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) babak belur dihajar pengantar jenazah.

Akibat kejadian tersebut Bripda MF menderita luka-luka di sekujur tubuh.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Devi Sujana mengatakan, korban merupakan anggota Polri yang bertugas di Polda Sulsel.

Polisi pun telah mengamankan sejumlah terduga pelaku penganiayaan atas dasar laporan korban.

“Benar, korban yang merupakan anggota Polri telah melaporkan atas peristiwa yang dialaminya. Hasil penyelidikan, 4 terduga pelaku pengeroyokan telah berhasil diamankan,” ungkap Devi, Selasa 20 Maret 2024.

Devi menjelaskan bahwa kejadian itu bermula saat korban melintas mengendarai motor KLX di Jalan Inspeksi Pam, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Sementara rombongan pengantar jenazah melintas bersamaan, dari arah berlawanan. Di situ, korban kemudian dipepet dan akhirnya terjatuh.

Setelah korban terjatuh, sejumlah pengantar jenazah lantas langsung melakukan pengeroyokan terhadap Bripda FH.

Menurut keterangan korban, dia dianiaya dengan cara ditendang di bagian dada dan kepala. Kemudian, para mengantar jenazah menginjak dan memukul wajah korban hingga babak belur.

Korban mengalami luka memar pada bagian pelipis kiri, lengan sebelah kanan, bengkak dan sakit bagian belakang kepala," ujarnya.

Devi mengaku bahwa pihaknya yang menerima laporan kejadian itu lantas langsung memburu para pelaku. Hasilnya, empat orang terduga pelaku yakni Hisyam (20), Rahmat alias Aco (20), Hajjun BUS (17) dan Ronald (27) diamankan tak jauh dari lokasi penganiayaan.

Sementara korban Bripda FH telah mendapat perawatan medis di RS. Adapun pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi yang statusnya buron.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.