REQNews.com

Putin Tetap Tuduh Ukraina Terlibat Serangan Teror di Moskow, Meski Sudah Dibantah Zelensky

News

Selasa, 26 Maret 2024 - 18:30

Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto:rferl.org)Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto:rferl.org)

JAKARTA, REQNews - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Ukraina terlibat dalam serangan teror gedung konser Crocus City Hall di Moskow pada Jumat 22 Maret 2024.

Dalam insiden tersebut sejumlah 139 orang meninggal dan lebih dari 150 orang terluka ketika empat pria bersenjata senapan serbu menembaki orang-orang lalu membakar gedung itu.

Empat tersangka tersebut ditangkap oleh otoritas Rusia ketika hendak kabur ke perbatasan Ukraina menggunakan mobil.

Putin berpendapat serangan tersebut sesuai dengan pola tindakan yang dilakukan Ukraina meski belum ada tanda-tanda keterlibatannya.

"Kita tahu bahwa kejahatan itu dilakukan oleh kelompok radikal," kata Putin, merujuk pada ISIS-K.

"Namun, kita juga melihat AS, melalui berbagai saluran dan meyakinkan negara satelitnya bahwa menurut data intelijen mereka, tidak ada jejak Kyiv dalam serangan teror di Moskow, bahwa serangan itu dilakukan oleh anggota ISIS yang dilarang di Rusia," lanjutnya.

Presiden Rusia itu melontarkan pertanyaan retoris tentang apa tujuan serangan teror tersebut.

"Pertanyaan yang muncul adalah siapa yang diuntungkan dari hal ini?" tanya Putin, dikutip dari Anadolu.

“Kekejaman ini mungkin hanya merupakan penghubung dari serangkaian upaya yang dilakukan oleh mereka yang telah memerangi negara kita sejak tahun 2014, menggunakan kekuatan neo-Nazi di rezim Kyiv sebagai tangan mereka,” lanjutnya.

Ia menuduh Ukraina mirip dengan Nazi yang melakukan cara kotor untuk mencapai tujuan mereka.

“Dan Nazi, seperti diketahui, tidak pernah ragu menggunakan cara paling kotor dan tidak manusiawi untuk mencapai tujuan mereka,” lanjutnya.

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak tuduhan Putin.

"Hari ini, Putin kembali berbicara pada dirinya sendiri, dan hal itu kembali disiarkan di televisi. Sekali lagi, dia menuduh Ukraina. Makhluk yang sakit dan sinis. Semua orang baginya adalah teroris, kecuali dirinya sendiri," kata Zelensky, Selasa 26 Maret 2024, dikutip dari Ukrainska Pravda.

Kelompok teroris yang menamakan dirinya Negara Islam Khorasan (ISIS-K) mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di Moskow.

Sementara itu, para tersangka yang ditangkap di perbatasan Ukraina diidentifikasi sebagai warga negara Tajikistan.

"Sebuah pertanyaan yang perlu dijawab adalah mengapa para teroris menuju Ukraina setelah melakukan serangan," kata Putin.

“Siapa yang menunggu mereka di sana? Jelas bahwa mereka yang mendukung rezim Kyiv tidak ingin menjadi kaki tangan dan sponsor terorisme. Namun masih banyak pertanyaan yang tersisa,” tambahnya.

Putin mengatakan, meski Rusia tahu siapa yang tangan yang melakukan serangan, ia masih perlu mencari tahu siapa yang memberi perintah.

Namun, Putin menegaskan bahwa Ukraina kemungkinan besar terlibat dalam serangan itu, dikutip dari Financial Times.

Putin menuduh Ukraina mencoba menyerang Rusia dari dalam karena mereka mengalami kekalahan di medan perang.

"Dengan kekalahan militer Ukraina di garis depan, Kyiv berusaha menerobos perbatasan Rusia, menembaki warga sipil di Belgorod dan meluncurkan rudal ke Krimea," kata Putin pada pertemuan tersebut.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.