12 Warga Palestina Tenggelam Saat Menggapai Bantuan yang Dijatuhkan di Lepas Pantai
Gaza City, REQNews -- Sedikitnya 12 warga Palestina, Selasa 26 Maret, tewas ketika mencoba menggapai bantuan yang dijatuhkan dari pesawat di lepas pantai Gaza.
Dalam video yang diterima kantor berita Reuters terlihat kerumunan warga Palestina bergegas menuju pantai di Beit Lahia, utara Gaza, saat kotak-kota berisi makanan yang dijatuhan dengan parasut melayang. Orang-orang mengikuti arah jatuh kotak-kotak itu, beberapa di antaranya terjatuh di kedalaman air setinggi lutut, terinjak dan tewas.
Gambar berikutnya lebih mengenaskan. Alih-alih menarik bantuan ke pantai, orang-orang menyeret mayat rekan-rekan mereka ke atas pasir.
Setelah kejadian mengerikan itu, Hamas -- dalam pernyataan resminya -- menyeru segera diakhirinya bantuan dari udara dan pembukaan penyeberangan darat secepatnya agar bantuan dapat menjangkau rakyat Palestina.
Senada dengan Hamas, UNICEF mengatakan bantuan harus disalurkan lewat darat, bukan udara atau laut, untuk menghindari kelaparan yang segera terjadi.
"Bantuan pangan hanya diberikan melalui udara dalam krisis ketika orang-orang terputus akses hingga ratusan kilometer," kata James Elder, juru bicara UNICEF. "Untuk Gaza, akses darat hanya berjarak beberapa kilometer."
Seorang pria Palestina mengatakan; "Saya berenang bersama seorang kawan untuk mengambil makanan, saya selamat, teman saya tidak."
Dalam rekaman lain terlihat mayat seorang pemuda berjanggut diseret ke pantai. Matanya terbuka, tapi tak bergerak. Seorang pria berusaha menyadarkan dengan menekan dadanya, tapi yang lain mengatakan; "Sudah berakhir."
Sementara itu pasukan Israel terus membunuh anggota komite klan yang memberi bantuan kepada penduduk Gaza. Alasan pembunuhan adalah menolak bekerja sama dengan pasukan Yahudi.
Dewan Tertinggi Urusan Klan Palestina mengatakan tentara Israel membunuh beberapa anggota komite klan di Bundaran Kuwait, ketika mereka sedang menerima bantuan kemanusiaan dan mengatur distribusinya kepada warga sipil.
Pembunuhan itu mencerminkan kemarahan luar biasa orang Yahudi terhadap ketidakberdayaan mereka melemakan front perlawanan Palestina.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.