Iran Vs Israel Memanas, Kemenlu Pantau Keselamatan 376 WNI
JAKARTA, REQnews - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melakukan monitor terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI) usai Iran dan Israel memanas.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Judha Nugraha memastikan pihaknya bersama KBRI Teheran dan perwakilan RI di Timur Tengah terus memonitor situasi di kawasan tersebut.
"Sesuai SOP, setiap perwakilan RI wajib memiliki rencana kontingensi untuk antisipasi situasi kedaruratan bagi perlindungan WNI," kata Judha dalam keterangannya dikutip pada Minggu 14 April 2024.
Ia mengatakan bahwa saat ini terdapat 376 WNI yang tercatat berada di Iran. Menurutnya, sebagian besar dari mereka adalah pelajar atau mahasiswa dan bertempat tinggal di Kota Qom.
"Jumlah WNI di Iran sebanyak 376 orang dan mayoritas adalah pelajar/mahasiswa yang bertempat tinggal di Kota Qom," kata dia.
"Kemlu bersama KBRI Teheran dan perwakilan RI di Timur Tengah terus memonitor situasi di kawasan," ujarnya.
Diketahui, Iran telah mengancam akan membalas serangan Israel di Damaskus, Suriah yang menewaskan tujuh orang, termasuk anggota Korps Garda Revolusi Islam dan dua jenderal pada 1 April 2024 lalu.
Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan belasan serangan drone dan misil ke wilayah Israel, Sabtu 13 April 2024.
Kantor berita Iran mengutip sebuah sumber, mengatakan militernya juga telah meluncurkan gelombang pertama rudal balistik terhadap Israel.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut serangan Iran ke Israel bisa lebih cepat. Biden pun berkomitmen untuk membela Israel jika Iran menyerang negara itu.
Sementara itu, Biden meminta Iran untuk 'tidak' melakukan serangan. Jika Iran tetap menyerang, AS akan membela Israel.
"Kami berkomitmen untuk membela Israel. Kami akan mendukung Israel. Kami akan membantu membela Israel dan Iran tidak akan berhasil," kata Biden pada Jumat 12 April 2024.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
