REQNews.com

Tak Rela Melihat Penduduk Gaza Berenang di Pantai, Warga Yahudi Menggerutu: Israel Telah Gagal

News

Sunday, 21 April 2024 - 01:23

Foto: Al MayadeenFoto: Al Mayadeen

Tel Aviv, REQNews.com -- Sebuah video yang memperlihatkan warga Gaza berenang di pantai menjadi topik Channel 13 Israel, dan memicu perguncingan warga Yahudi di media sosial. Pers Israel mengatakan; "Yang kita saksikan adalah ilustrasi kegagalan Israel memenangkan perang di Jalur Gaza."

Al Mayadeen menulis video dengan narasi Bahasa Ibrani itu ditonton sebagian besar warga Isaerl. Warga Gaza menjadikan garis pantai sebagai pelarian dari perang yang sedang berlangsung di wilayah terkepung.

Di bawah tagar Kemenangan Absolut, warga Israel mengejek pemerintah PM Benjamin Netanyahu karena warga Palestina bisa beredang di pantai sempitnya, tapi orang Yahudi dilarang memasuki wilayah pesisir Gaza Envelope.

Almog Boker, koresponden Channel 13, mengecam pemerintah Israel atas kegagalan mencapai tujuan menghabisi seluruh warga Gaza. Dalam postingannya, Boker menampilkan Pantai Zikim di utara Jalur Gaza. Pantai itu kosong dan dipenuhi puing.

Di bawah gambar itu, terdapat gambar warga Palestina berkumpul untuk menghindari genosida yang sedang berlangsung, larut dalam kegembiraan dan berenang.

Warga Israel tidak puas dengan 35 ribu korban genosida, kini mereka mengungkapkan ketidakpuasan terhadap pengalaman hidup normal di sisa wilayah yang terkepung.

Dalam postingannya  Boker mengatakan video itu membuat badan saya sakit. "Di Pantai Zikim kami dinyatakan sebagai kawasan militer tertutup dan tidak bisa mendekati tanpa pengawalan militer," tulis Bokier.

Ia melanjutkan; "Warga Gaa menghabiskan waktu di pantai, mandi di laut, seolah tidak ada perang."


Ben Gvir Marah

Video itu juga membuat marah Itamar Ben Gvir, politisi sayap kanan dan Menteri Kepolisian Isarel. Ia menyeru pembubaran pemerintah koalisi, dan memberikan pukulan kepada gerakan oposisi Kamp Negara yang masuk Kabinet Perang.

"Di Gaza ribuan orang mandi di pantai. Di utara, Hizbullah melihat kabinet koalisi tidak merespon serangan ratusan rudal dari Iran ke wilayah Israel," kata Ben Gvir. "Hari ini kami terluka."

Menurut Ben Gvir, sudah waktunya membongkar kabinet koalisi, menghentikan kebijakan inklusi dan proporsionalitas, serta penunjukan kepada musuh-musuh kita bahwa tuan tanah sudah gila.

Ia juga mengatakan kemenangan mutlak semakin jauh.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.