Israel Batalkan Rencana Serang Iran Besar-besaran
Tel Aviv, REQNews.com -- Israel membatalkan rencana menyerang Iran secara besar-besaran karena kuatnya tekanan politik terhadap AS dan sekutunya.
Mengutip tiga jenderal senior Israel, The Wall Street Journal, melaporkan semula Tel Aviv mempertimbangan menyerang sejumlah sasaran militer di Tehran, ibu kota Iran, sebagai tanggapan atas serangan balasan pada 13 April.
Israel mendahului dengan menyerang konsulat Iran di Damaskus, ibu kota Suriah. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone. Berikutnya, Iran melancarkan serangan ke Isfahan -- kota tua di Iran.
Laporan The Wall Street Journal menyebutkan serangan skala luas dan berdampak akan lebih sulit diabaikan oleh iran, dan akan meningkatkan kemungkinan balasa yang lebih kuat dari Tehran.
Provokasi berulang yang dilakukan Israel dan pembalasan yang menyertainya sangat mungkin memaksa semua wilayah Timur Tengah terlibat dalam perang besar-besaran.
Menyusul seruan Presiden Joe Biden, Menlu Inggris dan Jerman, yang mendesak PM Israel Banjamin Netanyahu mencegah konflik meluas, Israel memilih melakukan serangan skala terbatas dan meminimalkan kerusakan yang memicu perang skala besar.
Israel, menurut Al Mayadeen, tampaknya mempertimbangkan satu hal, yaitu sistem pertahanan udaranya -- meski telah dibantu AS -- gagal mencegat sembilan rudal masuk wilayahnya dan merusak. Lima rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Nevatim, menyebabkan kerusakan pesawat angkut C-130, landas pacu, dan fasilitas penyimpanan.
Empat rudal lainnya menghantam Pangkalan Udara Negev. Nevatim menjadi sasaran karena dari sinilah pesawat Israel yang menyerang konsulat Iran di Damaskus lepas landas.
Israel melakukan serangan ke Isfahan, tapi tak ada keruskan dilaporkan. Ledakan di langit Isfahan berasal dari sistem antipesawat dan drone yang dioperasikan Iran.
Pejabat Israel menggambarkan serangan Iran sebagai yang terbesar. Meski mampu menjatuhkan banyak drone Iran, Israel gagal mencegah rudal Iran.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
