REQNews.com

Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo Diduga Lakukan Penganiayaan dan Pelecehan Seksual

News

Friday, 26 April 2024 - 11:10

Ilustrasi Pencabulan (Foto: Istimewa)Ilustrasi Pencabulan (Foto: Istimewa)

GORONTALO, REQNews  - Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dilaporkan ke polisi dalam kasus dugaan tindakan penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap wanita.

Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota Kompol Leonardo Widharta membenarkan terkait laporan dugaan penganiayaan dan pelecehan oleh oknum dosen berinisial SA kepada seorang wanita.

Menurutnya, kasus tersebut kini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta setempat.

"Kasus ini sedang dalam penyidikan Unit PPA dan sudah dilakukan pemeriksaan terhadap korban. Selanjutnya akan dilakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan terlapor,” kata Leonardo, Kamis 25 April 2024.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Leonardo, peristiwa itu berawal saat korban yang hendak mencari informasi perihal hubungan asmara antara terlapor dengan perempuan lainnya.

Saat mendatangi rumah terlapor, korban tidak diizinkan masuk dan malah mendapat tindakan kekerasan yang mengakibatkan korban tidak dapat beraktivitas secara normal.

Leonardo menekankan korban juga sempat mendapat tindakan pelecehan seksual dari terlapor pada bulan April 2024.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UNG, Weny Almoravid menyampaikan bahwa SA adalah dosen aktif dan saat ini tengah menjalani pelatihan di luar daerah.

"Mungkin Senin (29/4/2024) depan yang bersangkutan pulang ke Gorontalo. Kami berkomitmen untuk mengkonfrontasi yang bersangkutan terkait masalah ini," kata Weny.

Weny mengaku pihaknya belum dapat memberikan informasi mendalam mengenai sanksi yang akan diberikan terhadap oknum dosen tersebut, karena masih dalam proses pendalaman.

"Kami menghormati proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” imbuhnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.