REQNews.com

Eks Dirut PT Sumber Mutiara Indah Perdana Diperiksa Jadi Saksi Dugaan Korupsi Impor Gula PT SMIP

News

Tuesday, 30 April 2024 - 16:01

Ilustrasi gula (Foto:Istimewa)Ilustrasi gula (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Penyidik Direktorat Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa seorang saksi pada Senin 29 April 2024. 

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan bahwa pemeriksaan saksi dilakukan terkait dugaan korupsi kegiatan importasi gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) tahun 2020-2023. 

"Adapun saksi yang diperiksa berinisal YNL selaku Direktur Utama PT Sumber Mutiara Indah Perdana tahun 2020," kata Ketut dalam keterangannya pada Selasa 30 April 2024. 

Ketut menyebut jika saksi diperiksa terkait dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi atas nama tersangka RD. 

Namun, Ketut belum menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan terhadap YNL. 

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud," ujarnya. 

Sebelumnya, dalam kasus tersebut Kejaksaan Agung telah menetapkan satu orang tersangka berinisial RD yang merupakan Direktur PT SMIP pada Jumat 28 Maret 2024 lalu.   

Tersangka RD selaku Direktur PT SMIP pada tahun 2021 diduga telah memanipulasi data importasi gula kristal mentah dengan memasukkan gula kristal putih.  

Namun, dilakukan penggantian karung kemasan seolah-olah telah melakukan importasi gula kristal mentah untuk kemudian dijual pada pasar dalam negeri.   

Penyidik mengatakan bahwa perbuatan RD bertentangan dengan Peraturan Menteri Perdagangan jo. Peraturan Menteri Perindustrian dan Peraturan Perundang-undangan lainnya, sehingga ditemukan adanya kerugian keuangan negara dalam kegiatan importasi gula yang dilakukan oleh PT SMIP.   

Atas perbuatannya itu RD disangkakan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.