Satu Lagi Pengungkap Kelemahan Standar Produksi Boeing 737 MAX Sakit Mendadak dan Meninggal
Seattle, REQNews.com -- Joshua Dean, mantan karyawan Spirit AeroSystem dan pengungkap kelemahan standar produksi Boeing 737 MAX, meninggal dunia setelah sakit parah mendadak.
Keluarga Dean mengatakan mantan auditor kualitas Spirit AeroSystem itu meninggal Selasa 30 April pagi. Kerabatnya mengatakan Dean dirawat di rumah sakit lebih dua pekan karena gangguan pernafasan.
Dean diintuabasi, menderita pneumonia, dan tertular infeksi Staphylococcus yang resistan terhadap antibiotik yang menyebar dengan cepat.
Pria berusia 45 tahun itu menjalani gaya hidup sehat. Ia dalam kondisi bugar sebelum dinyatakan sakit parah, harus dirawat, harus mengandalkan diri pada mesin pelindung kehidupan.
Dean adalah pengungkap kelemahan produksi Boeing 737 kedua yang menemui ajal mendadak. Sebelumnya, John Barnett -- mantan manajer kualitas Boeing -- tewas dengan luka tembak di dalam mobilnya di halaman parkir penginapan.
Barnett menyampaikan kekhawatiran akan kualitas produksi Boeing. Ia dijadwalkan memberikan bukti dalam gugatan pelapor terhadap raksasa dirgantara AS itu.
Dean adalah karyawan Spirit AeroSystem, pemasok komponen utama yang membantu Boeing 737 MAX mempertahankan tekanan normal. Ia memperingatakan soal standar kualitas, tapi manajemen mengabaikan peringatannya.
Dean mengajukan keluhan ke Regulator Penerbangan AS (FAA), dan menuduh terjadi pelanggaran serius dan kotor yang dilakukan manajemen mutu di lini produksi Boeing 737. Spirit AeroSystem bereaksi dengan memecat Dean pada April 2023.
Spirit AeroSystem balik menuduh Dean melewatkan kelemahan besar lainya. Dean tidak menyerah. Ia mengajukan pengaduan ke Departemen Tenaga Kerja, dengan mengatakan pemecatannya adalah balasan atas pengungkapan kelemahan standar kualitas Boeing.
Boeing 737 MAX punya sejarah kecelakaan. Oktober 2018 Boeing 737 MAX yang dioperasikan Lion Air jatuh di Tanjung Karawang, membunuh 189 penumpang.
Lima bulan kemudian Boeing 737 MAX yang dioperasikan Ethiopia Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas, menewaskan 157 penumpang dan awak. Kedua tragedi itu menyebabkan maskapai melarang terbang Boeing 737 MAX selama 20 bulan.
Terakhir, Boeing 737 MAX-9 yang dioperasikan Alaska Airlines meledak di udara setelah salah satu pintu terlepas di udara. Audit FAA terhadap Boeing dan Spirit AeroSystem mengidentifikasi masalah ketidakpatuhan dalam pengendalian proses produksi, penanganan, dan penyimpanan suku cadang, serta pengendalian produk.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.