REQNews.com

Serangan Israel ke Rafah Masuk Kategori Membahayakan? Ini Kata Yordania

News

Tuesday, 07 May 2024 - 20:30

Tentara Israel (Foto:Istimewa)Tentara Israel (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut bisa membahayakan upaya gencatan senjata usai mengebom Rafah di Gaza selatan. Kekhawatiran ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi. 

Ia menegaskan jika upaya sudah dilakukan untuk kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera. 

"Hamas telah menerima tawaran. Jika Netanyahu benar-benar ingin kesepakatan, dia akan menegosiasikan tawaran itu dengan sungguh-sungguh," kata Safadi, dikutip Middle East Eye, Selasa 7 Mei 2024.

Ia juga menegaskan jika keputusan untuk mengebom Rafah bisa membahayakan. 

"Malah, dia membahayakan kesepakatan dengan mengebom Rafah,” katanya. 

Adapun alasan penolakan Israel terhadap gencatan senjata yang diajukan Mesir dan Qatar disebabkan tidak sesuai dengan persyaratan yang diajukan negara Zionis tersebut. 

Proposal gencatan senjata terdiri dari tiga fase yaitu jeda pertempuran, penarikan pasukan Israel, hingga pertukaran sandera dan tahanan. Pemerintahan Israel menegaskan jika kesepakatan tersebut jauh dari tuntutan mereka.

Penolakan Israel ini bersamaan dengan pasukannya yang mengebom Rafah pada Selasa 7 Mei 2024. Imbasnya adalah mengakibatkan 12 orang tewas. Serangan tersebut terjadi ketika agresi di Gaza masih berjalan sejak Oktober 2023. 

 

 

Redaktur : Giftson Ramos Daniel

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.