700 Profesor Yahudi Desak Presiden Joe Biden tidak Dukung UU Kesadaran Antisemitisme
Washington, REQNews.com -- Hampi 700 Yahudi yang bekerja sebagai dosen perguruan tinggi, Rabu 8 Mei, menandatangani surat yang mendorong Presiden Joe Biden untuk tidak mendukung RUU Kesadaran Antisemitisme yang kontroversial.
The Hill memberitakan akademisi itu mempermasalahkan penggunaan definisi antisemitisme dari International Holocaust Awareness Alliance (IHRA) dalam undang-undang itu, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa kritik yang sah terhadap negara Israel dapat dianggap antisemitisme berdasarkan rancangan undang-undang yang baru.
RUU itu dengan mudah disahkan Senat pekan lalu, meski 21 anggota Partai Republik dan 70 anggota Partai Demokrat memberi suara menentang. Di luar Kongres, banyak pihak menyuarakan keprihatinan serupa dengan para dosen.
"Kritik terhadap negara Israel, pemerintah Israel, kebijakan pemerintah Israel, atau ideologi Zionis, bukah antisemitisme," demikian isi surat yang ditujukan kepada Biden dan pemimpin Senat.
"Oleh karena itu, kami mendesak pemimpin politik untuk menolak segala upaya mengkodifikasikan definisi antisemitisme ke dalam UU federal, yang menyamakan antisemitisme dengan kritik terhadap pemerintah Israel," lanjut pernyataan para dosen.
Menggunakan definisi IHRA dalam UU federal, lanjut surat itu, RUU itu dapat mendelegitimasi dan membungkam orang Yahudi AS yang mengadvokasi hak asasi manusia Palesetina atau mengkritik kebijakan Israel.
Dengan meredak kritik terhadap Israel akan membuat definisi IHRA memperkuat gagasan berbahaya bahwa identigas Yuhudi terkait erat dengan setiap keputusan Israel.
"Bukannya memerangi antisemitisme, dinamika ini justru akan memperkuat ancaman nyawa yang sudah dihadapi warga Yahudi AS," lanjut surat itu.
IHRA mendefinisikan antisemitisme sebagai persepsi tertentu terhadap orang Yahudi, yang dapat diungkapkan sebagai kebencian terhadap orang Yahudi. IHRA mengatakan manifestasi retoris dan fisik antisemitisme ditujukan kepada individu Yahudi atau non-Yahudi dan/atau properti mereka, terhadap institusi komunitas Yahudi, dan fasilitas keagamaan.
Organisasi ini juga memberikan sejumlah contoh mengenai apa yang termasuk dalam antisemitisme, termasuk menyerukan tindakan yang merugikan orang Yahudi atas nama ideo.ogi radikal dan pandangan ekstremis terhadap agama, dan menuduh individu Yahudi mengarang atau membesar-besarkan Holocaust.
Surat para dosen itu mendesak anggota parlemen untuk mengesahkan RUU dengan menggunakan definisi antisemitisme yang berbeda, tanpa merusak keselamatan dan hak-hak sipil Yahudi dengan mengisolasi Israel dan kritik yang sah.
Sebanyak 694 fakultas, perguruan tinggi, dan universitas i AS, dan beberapa di seluruh dunia, telah menandatangani dokumen tersebut Rabu sore.
Penolakan terhadap RUU itu di Kongres menyatukan sayap kiri dan kanan DPR pekan lalu, dengan para kritikus mengatakan RUU itu dapat melemahkan kebebasan berpendapat.
"Antisemitisme salah, tapi RUU itu ditulis tanpa memperhatikan Konstitusi, akal sehat, dan pemahaman umum tentang arti kata-katanya," tulis Matt Gaetz, aggota Kongres dari Partai Republik.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
