REQNews.com

Mirip Kasus Vina Cirebon, Dikira Korban Kecelakaan, Pemuda di Tarakan Diduga Tewas Dianiaya Teman!

News

Thursday, 16 May 2024 - 14:25

Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)

TARAKAN, REQnews - Seorang pemuda berinisial AG (18) tewas usai diduga mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda yang dikendarainya. 

Mirip dengan kasus Vina Cirebon, belakangan ini terungkap bahwa korban AG diduga dianiaya oleh temannya berinisial HS (20). 

Sekedar informasi dalam kasus Vina Cirebon, Vina dan kekasihnya Eky sebelumnya dianggap meninggal karena kecelakaan. Namun, pada perkembangan kasusnya, keduanya merupakan korban penganiayaan hingga menyebabkan kematian. 

Akhirnya, polisi pun membongkar makam AG yang merupakan warga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tarakan Barat pada Kamis 16 Mei 2024 pagi. 

Kasatreskrim Polres Tarakan AKP Randhya Sakthika Putra menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban pada Rabu 15 Mei 2024 malam, bahwa AG diduga telah menjadi korban penganiayaan hingga tewas. 

Randhya menyebut bahwa jenazah AG sebelumnya telah dimakamkan selama kurang lebih tujuh hari. Namun, harus dibongkar untuk mengetahui penyebab kematiannya. 

"Sehingga ekshumasi harus kita lakukan untuk autopsi. Di mana dari autopsi itu akan menjelaskan penyebab meninggalnya anak pelapor,” kata Randhya dalam keterangannya pada Kamis 16 Mei 2024. 

Hingga kini, Polres Tarakan pun telah memeriksa sebanyak 8 orang saksi, hasilnya mereka mengatakan bahwa AG telah dianiaya. 

Randhya mengatakan bahwa pelaku berinisial HS (20) juga telah mengakui melakukan penganiayaan dengan memukul kepala dan badan AG. 

Berdasarkan keterangan, pelaku mengakui perbuatannya karena dihantui rasa bersalah. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Tarakan. 

Ia mengatakan bahwa penganiayaan terjadi pada Selasa 7 Mei 2024, di daerah Perikanan depan Mangrove. 

“Motifnya dari keterangan saksi berawal dari olok-olokkan. Mereka ini satu tongkrongan,” kata Randhya. 

Polisi pun terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat perkara. 

“Nanti kita tunggu dokter forensik semoga bisa secepatnya,” ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.