REQNews.com

Setelah Penembakan PM Robert Fico, Slovakia di Ambang Perang Saudara

News

Kamis, 16 Mei 2024 - 23:30

Bratislava, REQNews.com -- Slovakia di ambang perang saudara menyusul percobaan pembunuhan terhadap PM Robert Fico, Rabu 15 Mei di Handlova.

"Setelah percobaan pembunuhan itu  media sosial dipenuhi komentar kebencian," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Matus Sutaj Estok.

PM Robert Fico ditembak saat akan bertemu pendukungnya. "Penembak, seorang pria berusia 70 tahun, diidentifikasi media lokal sebagai pendukung partai oposisi," kata wakil perdana menteri Robert Kalinak.

Russia Today menulis Fico adalah nasionalis yang skeptis terhadap Euro. Ia mulai menjabat tahun lalu setelah Smer-SD, partainya, memenangkan pemilihan parlemen September 2023.

Kepada rakyatnya, Fico berjanji mengutamakan kepentingan Slovakia, termasuk dalam isu konflik Ukraina yang sangat kontroversial. Ia menolak memberi lebih banyak senjata kepada Ukraina. Kebijakan ini bertentangan dengan pemerintah sebelumnya.

Kemenangan Fico dalam pemilu merupakan kekalahan bagi Slovakia Progresif. Kandidat presiden yang didukung partai pro-Uni Eropa dikalahkan Peter Pellegrini.

Zuzana Capatuva, presiden saat ini dan pendiri Slovakia Progresif, akan menyelesaikan jabatannya bulan depan.

Fico mengecam komentar-komentar pendukung oposisi, terutama mereka yang kecewa dengan berkurangnya kekuatan keum Progresif. Dia menuduh media mengipasi situasi.

Beberapa warga Slovakia mengecam pendukung kekuatan politik yang tidak mereka sukai sebagai 'orang buta yang tersesat, yang membuat negara lain malu menjadi tetangga. Politisi menghadapi kata-kata kotor di jalanan.

"Saya memperkirakan keputus-asaan ini menjadi parah dan mengarah pada pembunuhan salah satu pejabat terkemuka pemerintah," Fico memperingatkan.

Banyak politisi Slovakia dan pemimpin asing mengutuk upaya pembunuhan PM Fico. Presiden Vladimir Putin mengatakan Fico adalah orang yang berani dan memiliki semangat kuat.

Pujian Putin bukan tanpa alasan. Fico pro-Rusia dan anti-AS. Ia diduga akan mengikuti jalan Viktor Orban, pemimpin Hongaria yang anti-AS.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.