REQNews.com

The Washington Post: Sekelompok Jutawan Yahudi Paksa Walikota New York Menindas Demo pro-Palestina

News

Sabtu, 18 Mei 2024 - 21:00

Kepolisian New York menahan puluhan mahasiswa pro-Palestina di Universitas Columbia, 30 April 2024. Foto: Selçuk Acar/Anadolu AgencyKepolisian New York menahan puluhan mahasiswa pro-Palestina di Universitas Columbia, 30 April 2024. Foto: Selçuk Acar/Anadolu Agency

New York, REQNews.com -- Sekelompok miliarder Yahudi dan pemimpin bisnis terkemuka di AS menekan Walikota New York Eric Adams untuk mengerahkan polisi dan menindas mahasiswa pengunjuk rasa pro-Palestina di Universitas Columbia.

The Washington Post, salah satu koran terkemuka di AS, memberitakan para jutawan itu menawarkan diri untuk membayar penyelidik swasta untuk membantu Kepolisian New York menangani protes mahasiswa.

Laporan The Post, demikian The Washington Post biasa disebut, berdasarkan log obrolan WhatsApp yang diperoleh wartawannya. Dalam obrolan itu, para juragan Yahudi menjelaskan aksi demo itu adalah upaya membentuk opini publik dan mempengaruhi tindakan pemerintah yang berpihak pada Israel.

Di sisi lain, para juragan Yahudi terlibat mengklaim bahwa kampanye mengungkap pengaruh Zionis AS adalah tindakan rasis, karena hal itu mengulang kiasan anti-Sematik yang umum mengenai kekuatan Yahudi.

Grup WhatsApp bertajuk Israel Current Events dimulai tak lama setelah serangan Hamas terhadap Israesl 7 Oktober 2021, yang berkembang menjadi perang genosida di Gaza. Mereka yang tergabung dalah juragan yang masuk daftar 100 miliarder versi Forbes.

Mereka yang terlibat dalam obrolan WhatsApp itu adalah Daniel Lubetzsky, manajer dana lindung nilai Daniel Loeb, miliarder Len Blavatnik, investor real estate Joseph Sitt, mantan CEO Starbuck Howard Schultz, Michael Dell sang pendiri dan CEO Dell, manajer dana lindung nilai Bill Ackman dan Joshua Kushner -- pendiri Thrive Capital dan saudara laki-laki Jared Kushner, menantu mantan Presiden Donald Trump.

The Post juga menyoroti komunikasi pribadi kelompok itu dengan Walikota Eric Adams, termasuk panggilan video zoom pada 26 April. Saat itu beberapa peserta membicarakan pemberian sumbangan politik kepada Walikota Adams dan menekan presiden dan pengawas Universitas Columbia untuk mengizinkan polisi memasuki kampus.

Ironisnya, ketika ditanya tentang obrolan itu, kantor walikota New York menjawab; "Sindiran yang diam-diam direncanakan para donor Yahudi untuk mempengaruhi operasi pemerintah adalah kiasan anti-Semit yang sangat familiar, sehingga The Washington Post seharusnya malu untuk bertanya, apalagi menganggap hal itu sebagai sesuatu yang normal di media cetak."

Menariknya, log obrolan itu mengungkapkan aktivitas para miliarder Yahudi melampaui kota New York. Beberapa anggota menghadiri pertemuan pribadi dengan pejabat tinggi Israel, termasuk mantan PM Naftali Bennett, anggota kabinet perang Israel Benny Gantz, dan dubes Israel untuk AS Michael Herzog.

Kelomok ini berkolaborasi dengan pemerintah Israel untuk memutar film yang menampilkan kekejaman Hamas pada 7 Oktober. Film itu ditayagkan di Universitas Harvard dengan bantuan anggota chat Bill Ackman.

Ackman berada di belakang pencopotan Prof Claudine Gay, setelah rektor kulit hitam pertama Universitas Harvard itu membela hak mahasiswa melakukan protes. Lewat sidang Kongres, Ackman mendepak Profesor Gay.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.