Iran Gelar Investigasi Penyebab Kecelakaan Helikopter yang Menewaskan Presiden Ebrahim Raeisi
Tehran, REQNews.om -- Sebuah rombongan yang dipimpin Brigadir Jenderal Ali Abdollahi, Senin 20 Mei, berangkat ke lokasi kecelakaan helikopter kepresidenan yang menewaskan Presiden Ebrahim Raeisi.
IRNA, kantor berita Iran, memberitakan tim akan mengumumkan hasil investigasi setelah kembali ke Iran. Namun, tidak ada rincian berapa lama investigasi akan berlangsung.
Keberangkatan tim investigasi yang dipimpin Brigjen Ali Abdollahi terjadi tak lama setelah Kepala Staf Mayjen Mohammad Bagheri memerintahkan penyelidikan penyebab kecelakaan.
Kantor berita ISNA yang kali pertama memberitakan pernyataan Mayjen Bagheri tak lama setelah terdengar kabar tidak ada yang selamat dalam kecelakaan helikopter itu.
Helikopter Bell 212 yang ditumpangi Presiden Raeisi jatuh di puncak gunung di wilayah Varzaqan pada 19 Mei. Saat itu, Presiden Raeisi dalam perjalanan pulang usai meresmikan bendungan di perbatasan Republik Azerbaijan.
Presiden Raeisi terbang bersama Menlu Hossein Amir-Abdollahian, Gubernur Azerbaijan Timur Malek Rahmati, Imam Salat Jumat Tabriz Mohammad Ali Alehashem.
Bell 212 adalah helikopter peninggalan rezim Shah Iran. Pesawat ini tiba di Iran tahun 1973, enam tahun sebelum Revolusi Islam Iran menumbangkan kekuasaan Shah.
Idealnya, helikopter ini tidak digunakan lagi karena kesulitan suku cadang. Namun, Iran bisa mendapatkan suku cadang di pasar gelap. Atau, fasilias yang dibangun Bell Textron era Shah Iran, memungkinkan sumber daya Iran merekayasa ulang setiap suku cadang Bell 212.
Iran masih memiliki empat Bell 212. Tiga tahun lalu, dua Bell 212 dibuah menjadi pesawat kepresidenan. Dua lainnya dioperasikan militer Iran.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.