Perang Pencarian Bakat: Industri Semikonduktor Malaysia Kekurangan 50 Ribu Insinyur Trampil
Kedah, REQNews.com -- Malaysia berkembang menjadi eksportir semikonduktor terbesar keenam di dunia, tapi manufaktor front-end berteknologi tinggi ini menderita kekurangann 50 ribu insinyur trampil.
Saat ini Malaysia memiliki 650 ribu insinyur. Mayoritas, hampir 600 ribu, bekerja di sektor produk listrik dan elektronik.
ChannelNewsAsia menulis universitas-universitas di Malaysia hanya menghasilkan 5.000 insinyur setiap tahun, yang pelaku industri -- bekerja sama dengan pemerintah dan universitas -- menutup kesenjangan ini. Salah satunya dengan menyesuaikan kursus dengan kebutuhan sektor ini.
Chen-jiang Phua, direktur pelaksana AT&S (Malaysia), mengatakan; "Saya belum pernah melihat kekurangan tenaga kerja seserius ini dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang semikonduktor dan sektor manufaktur teknologi tinggi."
Menurutnya, ada banyak investasi di Malaysia -- juga di seluruh dunia -- jadi sedang terjadi perang bakat di luar sana. "Anda harus melakukan sesutau yang berbeda," katanya.
Pencari kerja, masih menurut Phua, melihat potensi peluang pertumbuhan, budaya perusahaan, kepemimpinan dan manajemen, serta produk yang dihasilkan perusahaan.
Untuk mengatasi brain drain, lanjut Phua, pengusaha harus menawarkan paket kompetitif an melatih generasi muda untuk menguasai proses.
Pekerja Asing Diperbolehkan
Pemerintah Malaysia, melalui gugus tugas strategis semikonduktor nasional, berupaya mengizinkan lulusan asing untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Wong Siew Hai, presiden Asosiasi Industri Semikonduktor Malaysia, mengatakan pihaknya mengembangkan program untuk mengatasi kekurangan insinyur. Ia juga menggambarkan situasi ini sebagai perang pencarian bakat.
"Saya menyebutnya perang talenta, karena semua orang kekurangan bakat dan mereka ada di sini untuk mencari bakar dari seluruh dunia," katanya.
Perusahaan multinasional di Malaysia juga didorong untuk melatih insinyur muda.
Sebagai bagian reformasi pasar tenaga kerja, Malaysia meluncurkan program Akademi Industri, yang memberi subsidi pelatihan bagi lulusan sekolah untuk memenuhi kebutuhan industri. Merka berharap raksasa teknologi ikut serta.
Intel, raksasa chip AS yang mendirikan pabrik di Penang setengah abad lalu, menginvestasikan tujuh miliar dolar untuk memperluas operasinya. Fasilitas pengemasan canggih chip 3D terbaru dijadwalkan selesai akhir tahun ini, yang akan menyerap 4.000 lapangan kerja bergaji tinggi.
Berdasarkan Rencana Induk Industri Baru 2030, Malaysia sedang berupaya menciptakan 700 ribu lapangan kerja bergaji tinggi. Tidak hanya sekedar gaji tinggi, setiap pekerja mendapatkan ilmu untuk berkembang.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
