Bos Mossad Ancam dan Kuntit Jaksa Pengadikan Kriminal Internasional (ICC)
London, REQNews.com -- Yossi Cohen, mantan kepala banda intelejen Israel (Mossad), diduga mengancam mantan kepala jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Fatou Bensouda agar membatalkan penyelidikan kejahatan perang yang diluncurkan tahun 2021.
Mengutip satu sumber, The Guardian memberitakan ancaman itu dilakukan dalam serangkaian pertemuan rahasia. Kontak rahasia Cohen-Bensouda terjadi pada tahun-tahun jelang keputusannya membuka penyelidikan resmi dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemenusiaan di wilayah pendudukan Palestina.
Tujuan Mossad adalah menjadikan Bensouda sebagai orang yang mau bekerja sama dengan tuntutan Israel. Cohen juga menekan Bensouda untuk membatalkan penyelidikan itu.
Bensouda dikabarkan memberi pengarahan kepada sekelompok kecil pejabat senior ICC tentang upaya Cohen, dan menyatakan keprihatinan atas sifat bos Mossad yang gigih dan mengancam.
Sumber yang mengetahi masalah ini mengkonfirmasi bahwa Cohen berkali-kali mengancam salah satu pejabat ICC. Bahkan, kata sumber itu, bos Mossad itu menggunakan taktik tercela terhadap Bensouda.
Menurut laporan yang dibagikan kepada pejabat ICC, Cohen diduga mengatakan kepada jaksa ICC; "Anda harus membantu kami dan biarkan kami menjaga Anda. Anda tidak ingin terlibat dalam hal-hal yang dapat membahayakan keamanan Anda dan keluarga Anda."
Mossad melakukan perang rahasia melawan ICC selama hampir satu dekade, yang bertujuan menggaagalkan penyelidikan kejahatan perang Israel.
Pengungkapan The Guardian ini menjadi penting karena Karim Khan, penerus Bensouda, pekan lalu mengajukan surat perintah penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menhan Yoav Gallant berdasarkan penyelidikan yang diluncurkan tahun 2021.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
