Parah, Serangan Israel ke Rafah Tidak Mempengaruhi Pasokan Senjata dari AS
JAKARTA, REQnews - Serangan Israel ke kamp pengungsi di Rafah Jalur Gaza Palestina disebut oleh Amerika Serikat (AS) tidak akan mengubah kebijakan dan dukungan terhadap negara Zionis tersebut.
Melansir CNN, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby menegaskan jika serangan Israel pada Minggu 26 Mei 2024 bukan operasi skala besar sehingga negeri Paman Sam tidak perlu mengubah kebijakan apapun.
"Tidak ada perubahan kebijakan apapun menyusul serangan [Israel] pada Minggu," kata Kirby pada Selasa 28 Mei 2024.
Adapun pernyataannya ini memperlihatkan jika Israel belum melewati garis merah yang ditetapkan oleh AS meski serangan Israel sudah menewaskan 45 warga sipil di Rafah, selatan Gaza.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan mengaku "marah" melihat serangan yang terjadi pada warga sipil Palestina tersebut. Dia mendesak agar operasi di Rafah segera dihentikan.
"Tidak ada daerah aman di Rafah bagi warga sipil Palestina. Saya menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional dan gencatan senjata segera," kata Macron.
Diketahui jika militer Israel meluncurkan serangan udara ke sebuah kamp pengungsian di Rafah, selatan Gaza, pada Minggu 26 Mei 2024, hingga menewaskan 45 orang dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.
Israel mengklaim serangan itu menargetkan wilayah Hamas. Dua pejabat senior Hamas juga diklaim tewas dalam serangan tersebut.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
