Bareskrim Usut Keterkaitan Gembong Narkoba Fredy Pratama dengan Chaowalit Thongduang
JAKARTA, REQnews - Bareskrim Polri tengah mendalami keterkaitan antara bandar narkoba jaringan internasional Fredy Pratama, dengan buron nomor 1 di Thailand Chaowalit Thongduang.
Diketahui, Fredy Pratama saat ini menjadi buronan dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena kabur ke Thailand.
Sementara Chaowalit Thongduang merupakan bandar narkoba yang menjadi buronan Thailand karena kabur ke Indonesia.
"Masih kita dalami (keterkaitan keduanya)," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa kepada wartawan, Jumat 7 Juni 2024.
Jenderal bintang satu Polri itu mengatakan bahwa saat ini pihaknya juga masih berada di Thailand untuk melakukan pengawalan terhadap deportasi Chaowalit.
Selain itu, Mukti menyebut bahwa pihaknya juga sekaligus berkoordinasi dengan polisi Thailand terkait keberadaan Fredy Pratama.
"Team saya masih di Thailand," ujarnya.
Diketahui, Bareskrim Polri telah mengungkap bandar besar narkotika jaringan internasional Fredy Pratama alias Miming alias Cassanova.
Bareskrim turut menyita total sebanyak 10,2 ton sabu yang terafiliasi jaringan Fredy Pratama di Indonesia selama periode 2020-2023.
Berdasarkan barang bukti yang ada, sosok Fredy Pratama disebut masuk sebagai salah satu sindikat penyalur narkotika terbesar di Indonesia. Dari hasil analisa Direktorat Tindak Pidana Narkoba didapati bahwa mayoritas narkoba di Indonesia terafiliasi dengan jaringan Fredy.
Setiap bulan, sindikat Fredy disebut mampu menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi masuk ke Indonesia dengan jumlah mulai dari 100 kg sampai 500 kg dengan modus operandi menyamarkan sabu ke dalam kemasan teh.
Sementara itu, Polri baru saja mendeportasi Chaowalit usai menangkapnya di wilayah Badung, Bali pada Kamis 30 Mei 2024 dan dikembalikan ke negara asalnya setelah 7 bulan kabur ke Indonesia.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
