REQNews.com

Pejabat Jepang dan Korut Menggelar Pertemuan Rahasia di Mongolia, Apa yang Dibahas?

News

Friday, 14 June 2024 - 12:30

PM Jepang Kunjungi Korsel di Tengah Ancaman Nuklir Korea Utara (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)PM Jepang Kunjungi Korsel di Tengah Ancaman Nuklir Korea Utara (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)

SEOUL, REQNews - Surat Kabar Korea Selatan  JoongAng Ilbo mengungkapkan adanya pejabat Jepang dan Korea Utara menggelar pertemuan rahasia di Mongolia.

Digambarkan bahwa pertemuan itu melibatkan seorang politikus Jepang dengan tiga orang dari Korea Utara.

Dilaporkan pertemuan tersebut diadakan di dekat ibu kota Mongolia, Ulan Bator.

Laporan itu mengungkap, salah satu dari perwakilan Korut adalah pejabat dari Biro Umum Pengintaian, semacam badan intelijen.

Disebutkan pertemuan diperkirakan berlangsung pekan lalu di di Mongolia.

“Tidak jelas apakah (pertemuan) itu dilakukan sesuai rencana,” bunyi laporan.

Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah kedua negara soal pertemuan tersebut.

Juru bicara pemerintah Jepang Yoshimasa Hayashi sudah mengetahui laporan media Korsel tersebut, namun tidak bisa memberikan komentar.

Jepang tahun ini mengupayakan setidaknya tiga kali pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara, namun Korut menolak.

Jepang ingin menyelesaikan dugaan masalah penculikan dengan Korut. Namun Korut menegaskan tidak ada yang perlu diselesaikan sehubungan dengan isu penculikan tersebut.

Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, mengatakan pada Februari lalu, mungkin akan tiba suatu hari nanti saat Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengunjungi Pyongyang. Syaratnya Jepang tidak memasukkan isu penculikan dalam materi pembicaraan.

Korut pada 2002 mengakui telah mengirimkan agen untuk menculik 13 warga Jepang yakni pada 1970-an dan 1980-an. Mereka dipaksa untuk bertugas dan melatih mata-matanya dalam bahasa dan adat istiadat Jepang.

Mantan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi melakukan kunjungan ke Pyongyang pada 2002 untuk bertemu dengan ayah Kim, Kim Jong Il, yang saat itu memimpin Korut.

Kunjungannya menghasilkan kepulangan lima warga Jepang. Kunjungan lanjutan oleh Koizumi, namun diplomasi tersebut gagal menyusul klaim Jepang bahwa Korut tidak berterus terang mengenai para korban penculikan.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.