Arab Saudi: 1.301 Jamaah Haji Meninggal Dunia Akibat Cuaca Panas
Riyadh, REQNews.com -- Menteri Kesehatan Arab Saudi Fahad Al-Jalajel, Minggu 23 Juni, mengatakan jumlah jamaah haji meninggal akibat cuaca panas mencapai 1.301.
"Sekitar 83 persen korban tewas adalah jamaah ilegal, atau yang tidak mendapat menunaikan ibadah haji," kata Al-Jalajel seperti dikutip Saudi Gazzette. "Di antara korban terdapat sejumlah jamaah lanjut usia dan mengidap penyakit kronis."
Kematian terbanyak terjadi saat jamaah berjalan jauh di bawah sinar matahari dan suhu yang mencapai 51,8 derajat Celcius. Korban mencari tempat berlindung dan kenyamanan tapi gagal.
Jumat lalu seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan tingginya jumlah korban tewas tidak mencerminkan kegagalan penyelenggaraan. "Negara tidak gagal. Kesalahan ada di pihak jamaah yang tidak menyadari risiko," kata pejabat itu kepada kantor berita AFP.
Pemerintah Arab Saudi mengatakan 577 kematian terjadi dalam dua hari tersibuk. Pertama, ketika jamaah berkumpul berjam-jam di bawah terik matahari Gunung Arafat. Kedua, atau hari berikut, ketika ritual melempar jumrah di Mina.
Jamaah Tanpa Izin
Izin menyelenggarakan haji dialokasikan ke negara-negara dengan sistem kuota. Biaya perjalanan haji yang mahal di sejumlah negara mendorong banyak orang mencoba peruntungan dengan menjadi jamaah ilegal. Risikonya, ditangkap dan dideportasi.
Menjadi jamaah ilegal relatif jauh lebih murah, tapi tidak ada fasilitas kenyamanan yang bisa dinikmati. Ratusan, atau mungkin ribuan, jamaah ilegal tidak memiliki akses ke ruang ber-AC. Mereka tidur di trotoar, atau di samping masjid.
Tahun 2019 Arab Saudi memperkenalkan visa pariwisata umum, yang memudahkan jamaah memasuki Arab Saudi. Yang terjadi adalah jamaah ilegal makin populer.
Sebelum puncak ibadah haji, pemerintah Arab Saudi mengusir 300 ribu calon jamaah dari Mekkah karena tidak memiliki izin. Sebagian besar jamaah ilegal berasal dari Mesir.
Namun, menurut pejabat senior Arab Saudi, ada perintah dari atas agar petugas mengizinkan orang-orang yang tiba di gerbang tempat suci untuk berpartisipasi.
"Kami memperkirakan jumlah jamaah tak terdaftar sekitar 400 ribu," kata pajabat itu. "Hampir semuanya berasal dari satu negara, yaitu Mesir."
Diplomat Arab mengatakan Mesir menyumbang 658 kematian. Dari jumlah itu, 630 adalah jamaah haji tak terdaftar.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.