REQNews.com

Ini Negara-Negara yang Terbitkan Travel Warning ke Lebanon, Bagaimana dengan Indonesia?

News

Sunday, 30 June 2024 - 22:00

Ilustrasi Penembakan RoketIlustrasi Penembakan Roket

JAKARTA, REQNews - Beberapa negara sudah menerbitkan travel warning bagi warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan ke Lebanon.

Aturan itu dibuat di tengah meningkatnya perang antara Israel dan kelompok Lebanon, Hizbullah, dikutip dari tribunnews.com.

Sejak awal Juni 2024, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Beirut mengimbau warga Amerika di Lebanon untuk menghindari perjalanan ke daerah sepanjang perbatasan di Israel dan Suriah.

Lalu, Inggris pada Rabu 26 Juni 2024, memerintahkan secara tegas kepada warganya untuk tidak pergi ke Lebanon.

"Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) menyarankan agar semua perjalanan ke Lebanon tidak dilakukan karena risiko terkait konflik Israel dan Wilayah Pendudukan Palestina," kata FCDO dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Anadolu Ajansi.

Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Rudakov, mendesak Moskow untuk menunggu sampai situasi di Lebanon tenang.

Rudakov juga menekankan, "saat ini tidak ada alasan untuk panik," sambil menambahkan misi diplomatik terus dijalankan.

Pihaknya, lanjut Rudakov, juga mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk kepentingan staf Dubes dan warganya di Lebanon.

Sementara, Kementerian Luar Negeri Irlandia juga memerintahkan agar semua perjalanan ke wilayah tertentu di Lebanon, tidak dilakukan.

Irlandia juga mendesak warganya yang ada di Lebanon untuk ekstra waspada.

Yordania pada Jumat 28 Juni 2024, menyarankan secara tegas pada warganya supaya tidak melakukan perjalanan ke Lebanon.

Selain lima negara di atas, tujuh negara lainnya mendesak warganya yang di Lebanon, untuk segera pergi keluar negara tersebut.

Kedutaan Besar Saudi di Beirut, Sabtu 29 Juni 2024, mendesak warganya yang saat ini ada di Lebanon "untuk segera meninggalkan wilayah Lebanon."

Mereka menekankan pentingnya bagi warga "untuk tetap berhubungan dengan Kedutaan jika terjadi keadaan darurat."

Australia pada Jumat, "sangat menyarankan" warganya untuk tidak bepergian ke Lebanon, dengan alasan situasi keamanan yang sangat tidak stabil.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, juga memerintahkan warga Australia di Lebanon, segera pergi selagi penerbangan komersial masih tersedia.

Kementerian Luar Negeri Belanda lewat cuitan di X, mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Lebanon dan mereka yang tinggal di sana untuk pergi karena penerbangan komersial masih beroperasi.

Kementerian Luar Negeri Jerman juga mengeluarkan peringatan perjalanan dan meminta warganya di Lebanon untuk meninggalkan negara tersebut, dengan menekankan "situasi di perbatasan antara Israel dan Lebanon sangat tegang."

Pemerintah Kanada juga mendesak warga negaranya di Lebanon untuk meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.

"Keselamatan dan keamanan warga Kanada di dalam dan luar negeri adalah prioritas utama Kanada," kata Menteri Luar Negeri, Melanie Joly, dalam pernyataannya.

Makedonia Utara juga meminta warganya untuk meninggalkan Lebanon sesegera mungkin karena situasi keamanan yang memburuk di sana.

Peringatan tersebut muncul setelah Kuwait mendesak warganya pada 22 Juni untuk menghindari perjalanan ke Lebanon dan mereka yang berada di negara tersebut harus meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin "mengingat situasi keamanan yang terjadi di wilayah tersebut."

Kekhawatiran akan perang besar-besaran meningkat bulan ini setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel sedang mempersiapkan "operasi yang sangat menegangkan" di perbatasan dengan Lebanon.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.