Microsoft Down Global, 1.390 Penerbangan Terjadwal Batal, Sistem IT di 20 Bandara di Indonesia Aman
Jakarta, REQNews.com -- Microsoft Down global, yang dipicu pembaruan perangkat lunak oleh perusahaan keamanan CrowdStrike, menyebabkan 1.390 dari 110 ribu penerbangan terjadwal di seluruh dunia batal. Namun, sistem teknologi dan informasi milik PT Angkasa Pura (AP) II di 20 bandara berjalan normal.
"Sistem IT, sebagaimana terjadi di sejumlah negara, saat ini dialami IT milik beberapa maskapai," kata Cin Asmoro, Pgs SVP of Corporate Secretary AP II dalan siaran pers yang diterima REQNews.
Sejumlah maskapai, salah satunya Citilink, telah menjalahkan sejumlah penyesuaian dalam memproses keberangkatan penumpang. Selama terjadi gangguan sistem IT beberapa maskapai, proses chck in penumpang dan bagasi dilakukan secara manual oleh personel maskapai.
AP II, menurut Asmoro, menambah personel aviation security (Avsec) dan menyiagakan customer service untuk membantu penumpang, serta menambah konter check in bagi maskapi.
Microsof Down, demikian sejumlah media menyebut, dipicu pembaruan perangkat lunak. CrowdStrike, salah satu perusahaan keamanan siber paling populer, mengatakan salah satu pembaruan menyebabkan sistem operasi Microsoft Windoews macet dengan layar biru mati, atali blue screen of death.
CyberCrowd mengatakan itu bukan insiden keamanan atau serangan siber. Gangguan ini terjadi di seluruh dunia, sehingga berdampak pada penerbangan, perbankan, dan operasional perusahaan di AS, Singapura, Inggris, India, dan Australia.
Situs franc24 menulis gangguan ini sangat berdampak dan menyadarkan semua pihak akan ketergantungn pada perangkat lunak yang dikuasai segelintir penyedia layanan. Situs channelnewsasia menulis pemadaman ini menjungkirbalikan bisnis di seluruh dunia.
Sampai Jumat 19 Juli sore, menurut analisis penerbangan global Cirium, 1.390 penerbangan global telah dibatalkan, dan masih akan banyak lagi yang dibatalkan. Maklum, sektor penerbangan terpukul karena sensitivitasnya terhadap pengaturan waktu .
Maskapai penerbangan mengandalkan jadwal penerbangan terkoordinasi erat, yang sering kali dijalahkan pengatur lalu lintas udara. Penundaan beberapa menit dapat mengganggu jadwal penerbangan lepas landas dan pendaratan bandara.
Di Indonesia, Citilink mengeluarkan peringatan kepada calon penumpang untuk datang lebih awal. Ini disebabkan proses check in penumpang dan barang dilakukan secara manual.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
