REQNews.com

Ojol Terima Orderan Sabu Diduga Milik Oknum Polisi di Bandarlampung, Begini Kesaksiannya

News

Monday, 29 July 2024 - 04:02

Ilustrasi driver ojolIlustrasi driver ojol

BANDARLAMPUNG, REQNews – Seorang ojek online (ojol), bernama Makmuri (29) di Kota Bandarlampung mengaku menerima order barang diduga berisi narkoba paket sabu dari oknum polisi.

Makmuri mengaku saat itu dia mendapatkan orderan untuk mengantarkan barang berupa baju bayi dari Puskesmas Sukaraja, Jalan Yos Sudarso menuju daerah Kemiling, Rabu 24 Juli 2024.

"Tetapi saya lihat di plastik merah itu isinya mencurigakan, isinya baju perempuan lusuh. Terus saya mikir, baju lusuh nganterinnya jauh banget, ongkos juga mahal," ujar Makmuri, Sabtu 27 Juli 2024.

Karena curiga, Makmuri akhirnya menuju tempat pangkalan ojol mencari saksi untuk membuka plastik mencurigakan tersebut.

"Cari saksi ke tempat temen saya di tongkrongan gojek saya. Saya buka plastik itu, baju itu saya buka, jatuhlah barang seperti sabu, didalam plastik klip," tuturnya.

Makmuri merasa terkejut dan langsung mendatangi kantor BNN untuk memberitahukan temuan satu klip diduga narkoba jenis sabu.

"Sebelum masuk BNN itu sudah ada mobil putih sudah menunggu di depan gapura, masuk lah kami, mulai lah penggerebekan dipegang lah orang itu oknum yang menerima barang, oknum polisi," lanjutnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Budi Wibowo membenarkan adanya peristiwa penggerebekan tersebut.

Brigjen Budi juga tidak membantah bahwa penerima paket gosend diduga sabu tersebut merupakan oknum anggota polisi berinisial R yang bertugas di Polsek jajaran Polresta Bandarlampung.

"BNN berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Polda telah mengambil tindakan yang diperlukan secara internal. Selanjutnya Polda menyerahkan oknum tersebut kepada BNNP Lampung untuk ditindaklanjuti penanganannya sesuai ketentuan dan mekanisme di BNN," ungkapnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.