Israel Siapkan Bunker anti-Nuklir di Yerusalem untuk Hadapi Serangan Iran
Tel Aviv, REQNews.com -- Shin Bet, badan keamanan Israel, menyiapkan bunker di bawah Yerusalem -- tempat pemimpin politik Yahudi akan bekerja jika terjadi serangan rudal besar-besaran.
Times of Israel, mengutip Walla News, memberitakan bunker dibangun hampir 20 tahun lalu dan diprediksi dapat menahan serangan berbagai persenjataan. Di dalam bunker terdapat ruang komndo dan kendali, yang terhubung ke markas besar Kementerian Pertahanan di Tel Aviv.
Bunker, dikenal juga sebagai Pusat Manajemen Nasional, tidak digunakan selama 10 bulan perang di Gaza. Shin Bet juga tidak mengaktifkannya meski Hizbullah terus menghujani Israel dengan roket.
Russia Today, menutip wartawan Israel Ben Caspit, memberitakan bunker terhubung ke seluruh bunker di sekujur Israel melalui jaringan terowongan bawah tanah. Terowongan memungkinkan pemimpin politik bergerak dari satu ke lain wilayah di Israel.
"Bunker itu memungkinkan semua pemimpin politik tinggal dalam wktu lama dan aman dari semua senjata," tulis Caspit tanpa menyebut sumber.
Israel yakin Iran akan menyerang Israel habis-habisan, sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Pejabat AS mengatakakan kepada Axios bahwa Iran akan memulai serangan ke Israel pada Senin 5 Agustus.
Hizbullah, masih menurut pejabat AS, akan ambil bagian untuk membalas kematian Fuad Shukr -- salah satu komandan mereka -- dalam pemboman di Beirut.
Tidak jelas perangkat militer apa yang akan digunakan Iran untuk menyerang Israel. Sumber Axios memperkirakan Iran akan menggunakan taktik serupa seperti yang mereka lakukan April lalu, ketika menembakan ratusan rudal dan drone ke Israel.
Tahun 2021, Israel menggunakan bunker di bawah pangkalan Kirya untuk melancarkan serangan udara ke Gaza. Seperti bunker di Yerusalem, bunker Kirya anti-nuklir dan berjuluk Benteng Zion.
New York Times, dalam laporan tentang Benteng Zion, juga menyebut bunker di Kirya dan Yerusalem. Tidak jelas apakah Kirya dan bunker Yerusalem adalah entitas yang sama.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
