REQNews.com

5 Tentara AS Terluka dalam Serangan Roket di Pangkalan Militer Irak

News

Tuesday, 06 August 2024 - 12:30

Ilustrasi Penembakan RoketIlustrasi Penembakan Roket

IRAK, REQNews  – Sedikitnya lima tentara Amerika Serikat (AS) luka-luka akibat serangan roket yang menghantam sebuah pangkalan militer di Irak, yang menjadi markas pasukan AS pada Senin 5 Agustus 2024.

Serangan ini terjadi saat Timur Tengah bersiap menghadapi kemungkinan gelombang serangan baru oleh Iran dan sekutunya menyusul pembunuhan pemimpin senior kelompok Hamas dan Hizbullah pada minggu lalu.

Sumber keamanan Irak mengatakan dua roket Katyusha ditembakkan ke pangkalan udara al Asad di Irak barat.

Satu sumber keamanan Irak mengatakan roket itu jatuh di dalam pangkalan. Tidak jelas apakah serangan itu terkait dengan ancaman Iran untuk membalas pembunuhan tersebut.

Pejabat AS, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, mengatakan salah satu warga Amerika yang terluka mengalami luka serius. Jumlah korban didasarkan pada laporan awal yang masih dapat berubah.

"Personel pangkalan sedang melakukan penilaian kerusakan pascaserangan," terang salah satu pejabat.

Pada minggu lalu AS melakukan serangan di Irak terhadap orang-orang yang menurut pejabat AS adalah militan yang bersiap meluncurkan pesawat nirawak dan menjadi ancaman bagi pasukan AS dan koalisi.

Pentagon mengatakan akan mengerahkan jet tempur tambahan dan kapal perang Angkatan Laut ke Timur Tengah, karena Washington berupaya memperkuat pertahanan menyusul ancaman dari Iran dan sekutunya Hamas dan Hizbullah.

Sebagai sekutu langka AS dan Iran, Irak menampung 2.500 tentara AS dan memiliki milisi yang didukung Iran yang terkait dengan pasukan keamanannya. Serangan balasan meningkat sejak perang Israel-Hamas meletus pada bulan Oktober.

Irak ingin pasukan dari koalisi militer pimpinan AS mulai ditarik pada bulan September dan secara resmi mengakhiri tugas koalisi tersebut pada bulan September 2025.
 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.