REQNews.com

Presiden Venezuela Serukan Pendukungnya Beralih ke Telegram dan Tinggalkan WhatsApp

News

Thursday, 08 August 2024 - 14:31

Ilustrasi WhatsApp (Foto: Istimewa)Ilustrasi WhatsApp (Foto: Istimewa)

CARACAS, REQNews  - Presiden Venezuela Nicolas Maduro secara terbuka telah meng-uninstall aplikasi perpesanan WhatsApp dari ponselnya dan meminta para pendukungnya untuk mengikuti jejaknya.

Nicolas Maduro mengklaim bahwa platform tersebut digunakan untuk melemahkan negara Amerika Selatan tersebut.

Disiarkan oleh jaringan TV Telesur di Caracas pada Selasa 7 Agustus 202 Maduro mengatakan bahwa aplikasi pengiriman pesan milik Meta tersebut dieksploitasi oleh "kaum fasis" untuk memicu kekerasan.

"Semua dari kita yang saat ini berkomunikasi melalui WhatsApp akan berkomunikasi melalui WeChat dan Telegram mulai sekarang, dan kami akan senang. Karena WhatsApp tidak akan berada di tangan para pengedar narkoba Kolombia untuk menyerang Venezuela. WhatsApp tidak akan berada di tangan para pengkhianat, tidak juga Kekaisaran Amerika Utara... Ini adalah imperialisme teknologi," kata Maduro sebagaimana dilansir RT.

Ia selanjutnya menunjukkan tampilan telepon pintarnya yang menunjukkan proses uninstall aplikasi tersebut, dan berkata: "Saya bebas dari WhatsApp, saya merasa damai..."

Sebelumnya pada hari itu, selama rapat umum para pendukungnya di Caracas, Maduro mendesak warga untuk menghapus akun WhatsApp mereka dan beralih ke Telegram dan WeChat.

"Ini harus dilakukan. WhatsApp, keluarlah dari Venezuela! Karena di sanalah para penjahat mengancam para pemuda dan pemimpin rakyat,” seru Maduro dalam pidato yang disiarkan di televisi.

“Dari telepon-telepon di Kolombia, Miami, Peru, dan Chili, para pengecut ini bersembunyi di balik anonimitas (sang pengirim pesan) … Namun saya katakan kepada para fasis pengecut: kalian akan bersembunyi, tetapi para pemuda patriotik dan revolusioner ada di jalan-jalan, dan kami tidak akan pernah bersembunyi,” seru pemimpin Venezuela itu, seraya menambahkan “WhatsApp, go to hell! (pergilah ke neraka!)”

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.