Samsung Berikan HP ke Atlet Ompiade Korut, Dua Korea akan Dituding Melanggar Resolusi DK PBB
Seoul, REQNews.com -- Pemerintah Korea Selatan, Kamis 8 Agustus, memperingatkan bahwa pemberian Samsung Galaxy Flip 6 ke atlet Korea Utara dapat melanggar resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB tentang program senjata nuklir dan rudal Pyeongyang.
Masalah muncul ketika terdengar kabar Samsung, sponsor mitra Olimpiade sejak 1988, membagikan produk edisi khusus Olimpiade Paris kepada semua atlet yang bertanding.
Radio Free Asia, outlet yang berbasis di Washington, melaporkan -- dengan mengutip Komite Olimpiade Internasional (IOC) -- bahwa Korea Utara juga menerima produk Samsung untuk para atletnya.
Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan telepon pintar diklasifikasi sebagai barang terlarang berdasarkan Resolusi DK PBB 2397, yang diadopsi pada 22 Desember 2017. Telepon pintar dapat digunakan untuk tujuan komersial dan militer.
"Atlet Olimpiade Korut yang menerima Samsung Galaxy Flip 6 dapat melanggar Resolusi DK PBB 2397, yang secara langsung dan tidak langsung melarang pasokan, penjualan, transfer semua peralatan listrik ke Korut," kata seorang pejabat Kementerian Unifikasi kepada Korea Times.
"Tindakan pemberian dan penyediaan ponsel juga dapat dianggap sebagai pelanggaran sanksi PBB. IOC punya kewenangan membuat keputusan akhir atas masalah ini," lanjut pejabat itu.
Korut Belum Berkomentar
Kementerian Luar Negeri Korsel memberi tanggapan serupa. "Pemerintah akan terus melakukan upaya diplomatik yang diperlukan, bekerja sama dengan masyarakat internasional, untuk memastikan resolusi DK PBB secara menyeluruh," kata pejabat Kemlu Korsel.
Sementar itu foto pemain tenis meja Olimpiade Korsel dan Korut berswafoto bersama di podium mendali di Paris viral di Seoul, dan dipuji sebagai pertunjukan langka persatuan lintas batas.
Park Choong-kwon, pembelot Korut yang menjadi anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat, memperkirakan rezim Kim Jong-un akan menyita smua handphone yang diberiken kepada atlet Korut.
"Ada kemungkinan atlet Korut tak sempat membuka kotak ponsel itu, karena otoritas Pyeongyang akan menyita semuanya saat atlet tiba di bandara," kata Park Choong-kwon.
Sejumlah pakar menyarakan Korsel mengambil pendekatan hati-hati untuk menghindari gesekan dengan IOC. Sebab, Olimpiade bertujuan menyampaikan pesan perdamaian.
Hong Min, peneliti senior Institut Korea untuk Penyatuan Nasional, mengatakan IOC mengikuti panduannya sendiri tentang cara menangani sanksi dan perselisihan terkait politik. Mengajukan protes diplomatik dapat dianggap penghinaan besar bagi IOC.
"Kecuali jika delegasi Korut menolak menerima produk Samsung," kata Hong Min. "Korut menerima handphone itu, dan IOC dan Panitia Penyelenggara Olimpiade Paris kemungkinan tidak akan meminta Korut mengembalikannya sebelum kembali ke negara asal."
Park Wong-gon, profesor studi Korea Utara di Universitas Ehwa, mengatakn atlet Olimpiade Korut yang menerima handphone Samsung tidak hanya melanggar sanksi PBB tapi juga sanksi AS.
"Korut kemungkinan akan menyita handphone itu untuk membatasi akses ke program berita luar negeri dan mencegah pemiliknya menyebarkan informasi dari luar," kata Prk Wong-gon.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
