REQNews.com

Gawat! Tahanan Pemutilasi 42 Perempuan Kabur dari Penjara Nairobi

News

Wednesday, 21 August 2024 - 15:03

Ilustrasi tahanan (Foto: Istimewa)Ilustrasi tahanan (Foto: Istimewa)

NAIROBI, REQNews - Kepolisian menggelar perburuan besar-besaran terhadap Collins Jumaisi (33), tahanan kasus pembunuhan dan mutilasi 42 perempuan.

Collins Jumaisi kabur dari sel markas kepolisian di Nairobi, Kenya  pada Selasa 20 Agustus 2024.

Collins Jumaisi, diberi juluki 'vampir' dan 'psikopat' oleh polisi, karena kekejamannya. Dirinya ditangkap pada Juli 2024 terkait penemuan mayat-mayat yang dimutilasi di tempat pembuangan sampah Nairobi.

Jumaisi diseret ke pengadilan Nairobi pada Jumat pekan lalu untuk mendengarkan dakwaan. Dia mengaku telah membunuh dan memutilasi 42 perempuan.

Hakim lalu memerintahka penahanan selama 30 hari lagi untuk memudahkan polisi menyelesaikan penyelidikan.

Polisi menemukan 10 mayat perempuan dalam kantong plastik di tempat pembuangan sampah. Penemuan mengerikan itu mengejutkan publik Kenya.

Sebelumya publik negara itu juga terguncang dengan kasus sekte sesat gereja di hutan Shakahola. Lebih dari 400 mayat ditemukan di kuburan massal di hutan. Mereka adalah pengikut sekte yang meyakini ajaran imam bahwa meninggal dalam kondisi puasa atau lapar bisa masuk surga dan bertemu tuhan. Sebagian besar korban adalah anak-anak.

Selain Jumaisi, dalam kasus kaburnya para tahanan ini ada 12 tahanan kepolisian yang kabur.

Mereka ditangkap atas tuduhan kejahatan berbeda-beda.

"Penyelidikan telah diluncurkan dan operasi keamanan besar-besaran sedang dilakukan untuk menangkap 13 tersangka," kata juru bicara kepolisian Kenya, Resila Onyango, dikutip dari AFP.

Petugas mendapati para tahanan itu kabur pada Selasa pukul 05.00 waktu setempat. Mereka kabur dengan memotong kawat kasa di tempat jemuran.

Sebagian besar tahanan yang kabur adalah warga Eritrea yang ditangkap karena kasus imigran ilegal.

Kantor polisi tersebut terletak di Distrik Gigiri, Nairobi, kawasan elite. Di daerah itu terdapat kantor perwakilan PBB dan sejumlah kedutaan besar.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.