REQNews.com

Yahudi ultra-Ortodoks dan Polisi Israel Adu Jotos di Yerusalem

News

Rabu, 21 Agustus 2024 - 18:04

Yerusalem, REQNews.com -- Polisi Israel di Yerusalem menggunakan kekerasan untuk membubarkan demonstrasi menolak wajib militer yang digelar Yahudi ultra-Ortodoks.

Sejumlah pria ultra-Ortodoks berkumpuk di luar kantor perekrutan wajib militer yang sibuk menerima panggilan wajib lapor. Mereka melakukan aksi duduk di jalan, menghalangi lalu-lintas.

Pengunjuk rasa membaa plakat, meneriakan slogal dan mantra-mantra keagamaan. "Sampai mati pun kami tidak akan mendaftar," tulis pernyataan di plakat itu seperti diberitakan Israel.

Plakat lainnya bertuliskan; "Nazi", Ada juga tulisan; Lebih baik masuk penjara daripada masuk tentara."

Ada banyak polisi berjaga di lokasi, termasuk petugas berkuda dengan perlengkapan anti-huru hara. Pengunjuk rasa menolak meninggalkan area, yang membuat personel hukum memukul dan menyeret mereka dari jalan

Sejak negara Israel berdiri 1948, Yahudi ultra-Ortodoks dibebaskan dari wajib militer. Namun, pengailan tinggi baru-baru ini menyatakan praktik ini tidak memiliki dasa hukum apa pun.

Perjanjian yang telah berlangsung puluhan tahun, antara pemeirntah Israel dan komunita Heredi, diperpanjang beberapa kali hingga berakhir tahun lalu. Di tengah operasi militer di Gaza, Mahkamah Agung mencabut hak istimewa Heredi pada 25 Juni.

Setiap warga negara Israel wajib bertugas di militer selama 24 sampai 32 bulan. Kewajiban ini tidak hanya berlaku bagi Yahudi di Israel, tapi semua yang memegang paspor Israel di mana pun mereka tinggal di belahan unia ini.

Menteri Pertahanan Israsel Yoav Gallant mengatakan militer membutuhkan 10 ribu rekrutan baru untuk perang di Gaza, dan menghadapi Hizbullah di Lebanon.

Jumlah Yahudi Heredi di Israel saat ini melebihi satu juta. Fundamentalis agama itu secara tradisional mencoba membatasi kontak dengan mayoritas Yahudi sekuler.

Yahudi ultra-Ortodoks berpendapat bahwa dinas militer akan mengganggu studi mereka tentang Taurat, mengganggu waktu doa mereka yang panjang, dan kontak dengan lawan jenis menjadi tidak dapat dihindari.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.