REQNews.com

Kemala Harris Kehilangan Dukungan Kelompok Muslim AS

News

Friday, 23 August 2024 - 11:05

Foto: Russia TodayFoto: Russia Today

Chicago, REQNews.com -- Muslim Women for Harris-Walz menarik dukungan menyusul laporan Partai Demokrat tidak akan memberi panggung kepada pembicara pro-Palestina dalam konvensi di Chicago.

"Kami, dengan hati nurani, tidak dapat melanjutkan Muslim Women for Harris-Walz, mengingat informasi dari gerakan Uncommited bahwa Kalama Harris menolak permintaan untuk menghadirkan pembicara pro-Palestina di konfensi Partai Demokrat (DNC)," tulis pernyataan kelompok Muslim di Instagram.

"Kami berdoa DNC dan tim wapres Kamala Harris membuat keputusan tepat sebelum konvensi berakhir. Demi kita semua," lanjut pernyataan itu.

Aktivis pro-Palestina dan kelompok sekutu menuntut Harris berkomitmen memangkas bantuan militer ke Israel, dan melakukan dorongan lebih kuat untuk gencatan senjata di Gaza. Mereka berencana menyuarakan posisi mereka di DNC hari ini.

Abbas Alawieh, salah satu pemimpin Gerakan Nasional Uncomitted, mengatakan Demokrat menolak memberi izin warga Palestina-Amerika berbicara di DNC.

"Kami pikir itu tidak dapat diterima. Demokrat adalah partai yang seharusnya tidak membungkam suara rakyat," katanya dalam video yang diunggah di X.

Berbicara kepada Al Jazeera, Alawieh mengatakan situasi pembicara Palestina adalah kesalahan partai. Alawieh dan aktivis lainnya telah memulai aksi duduk di luar konvensi sebagai protes atas keputusan it.

Menurut Washington Post, pemimpin Demokrat khawatir pidato pro-Palestina akan mengancam persatuan yang diperlihatkan dalam konvensi. Namun, koran terkemuka itu menulis tidak ada alasan khusus untuk penolakan itu.

Dalam pidato di DNC, Kamala Harris mengatakan akan selalu memastikan Israel memiliki kemampuan mempertahankan diri. Artinya, pasokan senjaga ke Israel dipastikan akan terus mengalir.

Kamala Harris tampaknya akan mengkhianati pesan dari tanah leluhurnya di India, yang berharap menghentikan perang di Gaza.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.