Duh, Meta Tangguhkan Akun Instagram ICW dengan Alasan Melanggar Aturan
JAKARTA, REQNews - Akun Instagram Indonesia Corruption Watch (ICW) @sahabaticw ditangguhkan atau diberhentikan sementara oleh META pada Kamis 29 Agustus 2024.
Penangguhan dilakukan sekitar pukul 23.14 WIB dengan alasan melanggar aturan internal platform.
Hingga Jumat 30 Agustus 2024 pukul 11.00 WIB, ICW belum dapat mengakses akun tersebut.
Kini ICW sedang menempuh upaya banding atas keputusan penangguhan tersebut.
"Kami menduga keras bahwa penangguhan akun ICW bermotif politis yang disebabkan adanya orkestrasi untuk secara ramai-ramai melaporkan akun @sahabaticw beberapa waktu sebelumnya," ujar Koordinator Divisi Korupsi Politik Egi Primayogha melalui pesan tertulis, Jumat 30 Agustus 2024.
Egi mengatakan dugaan penangguhan tersebut diduga karena akun @sahabaticw tengah gencar membersamai masyarakat dalam aksi demonstrasi "Peringatan Darurat" untuk melawan upaya melanggengkan dinasti Presiden Joko Widodo yang disuburkan dengan praktik nepotisme dan politik-hukum ugal-ugalan.
Ia menuturkan beberapa saat sebelum akun @sahabatICW tidak dapat diakses, ICW mengangkat serial konten yang mengkritisi upaya cuci tangan Presiden Jokowi terhadap polemik revisi UU Pilkada dengan masalah pembahasan RUU Perampasan Aset yang sangat lambat.
Dalam konten tersebut, ICW menyebut RUU Perampasan Aset lama disahkan karena komitmen yang buruk bukan hanya dari sisi DPR melainkan juga pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi.
Egi menambahkan konten tersebut merupakan upaya ICW meluruskan narasi pendengung atau buzzer yang mendelegitimasi kemarahan publik dengan menyatakan aksi tersebut merupakan aksi "pesanan" karena hanya membahas isu revisi UU Pilkada.
"Pemberhentian akun @sahabaticw juga berurutan dengan kegiatan rembug warga yang satu hari sebelumnya (28/8) dilakukan di Resonansi atau Rumah Belajar ICW," ucap Egi.
Dalam forum tersebut, ICW memfasilitasi pembahasan pentingnya menghadirkan gerakan warga kritis yang terkonsolidasi, terlebih setelah aksi #KawalPutusanMK semakin terang fenomena pemerintahan tanpa atau dengan oposisi yang lemah akan berulang di pemerintahan mendatang.
"Melihat suspend @sahabaticw pada waktu yang bersamaan dengan kampanye #peringatandarurat, persoalan ini patut dilihat sebagai bagian dari upaya pembungkaman suara publik kritis," ucap Egi.
ICW menegaskan apa yang dialai pihaknya bisa terjadi pada lembaga atau individu lainnya yang antang mengkritik sikap melenceng negara.
"Kami mengingatkan kepada akun media sosial organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, maupun individu agar waspada," ujarnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.