REQNews.com

13 Ribu Personel TNI-Polri Bakal Dikerahkan untuk Amankan Event IAF di Bali

News

Friday, 30 August 2024 - 18:31

Ilustrasi pasukan gabungan TNI-PolriIlustrasi pasukan gabungan TNI-Polri

BALI, REQnews - Sebanyak 13 ribu personel gabungan TNI-Polri bakal dikerahkan untuk mengamankan penyelenggaraan dua event internasional di Bali. 

Event tersebut yaitu ada Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 dan High Level Forum on Multi Stekholders Pertnership (HLF MSP) tahun 2024 yang digelar pada 1-3 September 2024 di Bali. 

Pangkogabwilhan II Marsekal Madya M. Khairil Lubis mengatakan jika 13 ribu personel gabungan tersebut, nantinya bakal dibagi menjadi 13 Satgas. 

"Struktur organisasi satgas ada 13, personel TNI 8.300, kalau Polri 4.300 jadi total 13 ribu lebih personel yang diterjunkan termasuk personel kewilayahan maupun dari Jakarta. Dari Polri ada dari Polda Jatim dan NTB disiagakan sebagai penompang untuk kegiatan ini," kata Khairil di Bali pada Jumat 30 Agustus 2024. 

Informasi sementara yang didapat, akan ada 7 setingkat kepala negara terdiri dari 4 presiden, 1 wakil presiden, dan 2 menteri diangkat menjadi kepala negara yang terkonfirmasi hadir. Data ini masih terus berkembang menunggu kepastian dari Kementerian Luar Negeri. 

Sementara untuk peserta dari mulai delegasi sampai petinggi negara diperkirakan akan ada 1.500 orang. Nantinya event IAF ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi. 

"Forum Indonesia dengan negara Afrika dihadiri presiden dan digabung dengan event HLF MSP. Jadi ada 2 kegiatan. Presiden akan hadir sebelum acara gala dinner," katanya. 

Ia pun berharap event IAF ini dapat menghasilkan kebijakan kerja sama bukan hanya ekonomi tapi juga sosial budaya termasuk juga pendidikan atau mengarah pertahanan. 

"Kalau kita selama ini mengenal Konfrensi Asia Afrika yang mungkin beberapa tahun ini kosong. Kegiatan ini di sela-sela itu Indonesia Afrika Forum," ujarnya.
 

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.