REQNews.com

Dokumen Berdarah: Bagaimana Taktik Netanyahu Membunuh Tawanan Israel

News

Monday, 02 September 2024 - 23:05

PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto: AlmayadeenPM Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Almayadeen

Tel Aviv, REQNews.com -- Media Israel, Senin 2 September, melaporkan bagaimana taktik negosiasi PM Benjamin Netanyahu mengakibatkan negara Yahudi kehilangan nyawa tiga tawanan yang seharusnya bisa dibebaskan melalui kesepakatan pertukaran dengan Hamasi, Mei 2024.

Rincian dokumen yang diserahkan tim negosiasi Netanyahu kepada mediator diungkap Ronen Bergman, analis politik dan militer snior surat kabar Yedioth Ahronoth dan dikutip Al Mayadeen.

Artikel Bergman menjelaskan mengatakan pejabat Israel dan keluarga tawanan dengan cepat menyalahkan PM Netanyahu atas kematian enam tawanan, seperti diumumkan otoritas Israel, Minggu 1 September.

Dokumen Berdarah, demikian artikel Bergman disebut, berisi serangkaian komunikasi yang diserahkan PM Netanyahu kepada mediator, yang pada gilirannya, menyamapaikan proposal perdana menteri kepada pejabat Hamas

Saat itu Hamas setuju sebagian besar persyaratan Netanyahu, yang membuat petinggi Israel terkejut. Setelah itu pejabat Israel berupaya melakukan klarifikasi, dan terjadi perubahan drastis atas usulah itu dan kesepakatan menjadi mustahil. Artinya, PM Netanyahu menjilat ludah sendiri.

"Dokumen itu dicelupkan ke dalam darah keenam korban penculikan yang dibunuh," kata seorang pejabat senior Israel kepada Yedioth Ahronoth.

Pejabat keamanan dan militer Israel dikabarkan telah memperingatkan PM Netanyahu agar tidak menunda kesepakatan dengan Hamas. Skenario kesekapatan sebenarnya terjadi pada hari Minggu, setelah 330 hari perang di Gaza.

Dokumen klarifikasi, yang sekarang dijuluki Dokumen Darah diserahkan tim negosiasi Netanyahu, yang dipimpin kepala Mossad David Barnea, kepada mediator di Roma, akhir Juli -- yang kemudian dikenal sebagai perundingan Roma.

Setelah perundingan Roma, Hamas mengecam manuver Netanyahu yang tidak menentu dan berupaya menghindari kesepakatan akhir dengan Hamas. Petinggi Hamas mengatakan hanya akan menerima kesepakatan berdasarkan apa yang telah disetujui pada Mei 2024.

Artikel Bergman, atau Dokumen Berdarah, memberi wawasan mendalam tentang apa yang Hamas sebut sebagai usulan Mei, yang mengungkap bahwa Netanyahu berperan penting mengarahkan negosiasi ke jalan buntu.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.