Edward Snowden: Ledakan Pager di Lebanon Itu Serangan Siber Terorisme Israel
Beirut, REQNews.com -- Edward Snowden, mantan kontraktor intelejen AS dan whistleblower, ledakan pager serempak di Lebanon adalah serangan siber Israel dan berdampak sangat serius.
"Apa yang dilakukan Israel, dengan cara apa pun, sangat sembrono," tulis Snowden dalam cuitannya di X. "Israel meledakan banyak orang, yang bisa menewaskan siapa pun yang sednag mengemudi, berbelanja, bayi yang berada di kereta dorong di belakang antrean kasir, dan lainnya. Apa yang dilakukan Israel tidak bisa dibedakan dengan terorisme."
Snowden, seperti dikutip situs Al Mayadeen, juga menyoroto pola cedera yang secara konsisten sangat parah dan meluas. Ini menunjukan, tulis Snowden, penggunaan bahan peledak yang ditanam.
"Itu bukan malfungsi yang tidak disengaja," kata Snowden. "Terlalu banyak cedera yang konsisten. Artinya, bahan peledak itu ditanam di pager yang digunakan penduduk Lebanon."
Menurut Snowden, jika ledakan disebabkan baterei terlalu panas yang terjadi adalah kebakaran kecil. Seseorang akan dengan mudah menyingkirkan pager itu saat terbakar.
Informasi yang disampaikan Menteri Kesehatan Lebanon Firas Abiad senada dengan dugaan Snowden. Menurut Abiad, sebagian besar cedera ledakan pager terjadi di wajah, mata, tangan, dan perut.
Dalam kasus terbunuhnya gadis usia 10 tahun, diketahui putri prajurit Lebanon, pager meledak di pinggang pengguna. Saat ledakan terjadi, gadis itu berada di samping ayahnya.
Pertanyaannya, bagaimana dan kapan peledak itu ditanam di setiap pager yang digunakan warga Lebanon dan anggota Hizbullah? Mungkin Mossad, agen rahasia Israel, bisa menjawabnya.
Hizbullah akan Balas Dendam
Dalam pernyataan terbarunya, setelah memeriksa data korban ledakan dan melakukan penyelidikan, Hizbullah menganggap Israel bertanggung jawab atas serangan siber ledakan pager.
Menurut Hizbullah, para martis dan korban luka menginspirasi perjuangan di jalur al-Quds dan perlawanan rakyat Gaza dan Tepi Barat. Hizbullah juga akan memperluas dukungan lapangan berkelanjutan sebagai sarana mendukung perlawanan Palesetina.
Hizbullah juga berjanji menanggapi agresi Israel dengan cara yang tidak dapat diperkirakan atau diantisipasi militer Yahudi.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
