REQNews.com

Bikin Lelucon "Dan Tidak Seorang pun Coba Membunuh Biden/Harris???", Elon Musk Diinvestigasi

News

Friday, 20 September 2024 - 07:05

Foto: Russia TodayFoto: Russia Today

Washington, REQNews.com -- Elon Musk, juragan Tesla dan SpaceX, membuat lelucon di media sosial setelah percobaan pembunuhan calon presiden AS Donald Trump. Secret Service, atau pasukan pengawal presiden, tidak tertawa tapi akan menggelar investigasi.

Pada 13 Juli di Pennsylvania, seorang pembunuh nyaris menewaskan Trump. Pada hari Minggu, seorang aktivis pro-Ukraina ditangkap di Florida setelah menyiapkan penyergapan terhadap Trump di sebuah lapangan golf.

Elon Musk menulis di X; "Dan tidak seorang pun yang mencoba membunuh Biden/Harris????". Biden dan Harris merujuk pada Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Partai Demokrat marah dan menuduh Musk menghasut kekersan teradap 198 juta pengikutnya. Musk bereaksi cepat dan menghapus lelucon itu.

Menanggapi permintaan Bloomberg terhadap UU Kebebasan Informasi, Secret Services mengatakan catatan yang dimilikinya tentang unggahan Musk dihimpun untuk tujuan penegakan hukum dan tidak dapat dirilis karena pengungkapan tersebut secara tidak wajar mengganggu proses penegakan hukum.

Nate Herring, juru bicara Secret Service, mengatakan pihaknya mengetahui unggahan Musk. "Sebagai praktik, kami tidak mengomentari masalah yang melibatkan intelejen perlindungan. Namun, kami dapat mengatakan Secret Service menyelidiki semua ancaman terkait orang yang kami lindungi.

Bloomberg memberitakan Secret Service akan mengunjungi Musk, dan sang juragan harus membuktikan tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap Biden dan Harris.

Elon Musk mendukung Trump, dan sering mengkritik Partai Demokrat atas kebijakan mereka, termasuk penyensoran. Untuk urusan penyensoran inilah yang mendorong Musk membeli Twitter dan mengganti namanya menjadi X.

Meski pengamatannya tentang percobaan pembunuhan itu benar secara faktual, Musk setelah itu mengatakan leluconnya tidak masuk akal.

"Yah, satu pelajaran yang saya pelajari adalah hanya karena saya mengatakan sesuatu kepada sekelompok orang dan mereka tertawa bukan berarti itu akan menjadi sangat lucu sebagai ungguhan di X," tulis Musk.

Ia menulis lagi; "Ternyata, leluon jauh kurang lucu jika orang tidak tahu konteksnya dam penyampaiannya dalam bentuk teks biasa."

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.