REQNews.com

Penelitinya Kena Doxing Usai Kritik Jokowi, ICW Bakal Laporkan Akun Anonim

News

Monday, 06 January 2025 - 17:31

Indonesia Corruption Watch (ICW) (Foto: Hastina/REQnews)Indonesia Corruption Watch (ICW) (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Indonesia Corruption Watch (ICW) bakal melaporkan akun anonim di media sosial yang melakukan doxing terhadap salah satu penelitinya ke penegak hukum. 

Dugaan doxing tersebut terjadi setelah peneliti ICW merespons rilis dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang menominasikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu pemimpin terkorup 2024. 

"Karena data-data pribadi (peneliti ICW) sudah dipublikasi," kata Koordinator ICW Agus Sunaryanto dikutip dari Tempo.co pada Senin 6 Januari 2025. 

Meski demikian, Agus mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Tim Advokasi untuk Demokrasi mengenai rencana pelaporan tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa adanya dugaan doxing tersebut berupa pengungkapan sejumlah data pribadi korban yang dilakukan pada 3 Januari 2025 lalu. 

Doxing yang dilakukan yaitu berupa nomor telepon, nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), alamat tinggal, spesifikasi telepon yang dipakai, hingga titik koordinat lokasi terakhir dalam bentuk tautan Google Maps. 

"Doxing tersebut patut dilihat sebagai bagian dari upaya pembungkaman dan pembatasan suara kritis publik," kata Agus dalam keterangannya. 

Padahal, menurutnya kritikan terhadap rilis OCCRP bisa dijadikan sebagai alarm untuk melakukan pembenahan dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. 

Terlebih lagi, Agus menilai bahwa pada masa kepemimpinan Jokowi selama dua periode, telah terjadi kemunduran terhadap pemberantasan korupsi dan demokrasi. 

Salah satunya, kata dia, adanya pelemahan lembaga antirasuah, yang dibuktikan menurunnya nilai Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga menguatnya politik dinasti. 

"Adanya doxing terhadap pihak yang mengkritik Jokowi justru patut dilihat sebagai penguat bahwa Jokowi layak masuk nominasi OCCRP," ujarnya. 

Untuk itu, Agus pun mendesak kepada para penegak hukum menyelidiki pemilik akun yang melakukan doxing terhadap peneliti ICW itu. 

Karena, pihaknya khawatir jika upaya doxing atau serangan digital ini bakal dialami oleh masyarakat lain yang juga turut mengkritik.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.