REQNews.com

Junta Militer Myanmar Rekrut Paksa Pengidap HIV dan Penderita TBC Jadi Tentara

News

Friday, 20 September 2024 - 22:46

Foto: IrrawaddyFoto: Irrawaddy

Mandalay, REQNews.com -- Junta militer Myanmar merekrut paksa pengidap HIV dan penderita TBC untuk dilatih militer dan diterjunkan ke medan tempur.

Mengutip aktivis kesehatan di Mandalay, situs Irrawaddy memberitakan orang-orang dibawa paksa dari rumah-rumah mereka di Mandalay sejak pertengahan Agustus, serta menculik satu penderita TBC akut di Kotapraja Chanmyathazi serta dua pengidap HIV di Kotapraja Chanayethazan.

"Penderita TBC itu resistan terhadap obat dan memiliki masalah lever," ujar seorang petugas kesehatan yang mengetahui masalah itu. "Seorang tentara junta mengatakan orang itu akan dibebaskan."

Saat penangkapan terjadi, penderita TBC itu sedang minum obat. Tentara datang, memperlihatkan daftar penduduk yang masuk wajib militer, dan tentara membawanya. Keluarga menunjukan catatan medis, tapi tentara tak percaya.

Sumber lain mengatakan tentara junta menuntut pembayaran tiga juga kyat, atau Rp 9,1 juta, untuk pembebasannya. Keluarga penderita TBC itu tak mampu bayar.

Tidak ada konfirmasi independen atas laporan ini. Sedangkan aktivis lain mengatakan keluarga penderita TBC itu miskin Biaya pengobatannya, sekitar 100 ribu kyat per bulan, dibantu para aktivis kesehatan.

U Thein Htay, juru bicara junta militer wilayah Mandalay, membantah pihaknya membawa paksa pengidap HIV dan penderita TBC untuk dilatih militer.

Myanmar saat ini berada di antara 30 negara teratas di dunia untuk infeksi TBC dan HIV. WHO memperkirakan terdapat 308 penderita TBC di antara 100 ribu penuuk Myanmar.

Otoritas Myanmar memperkirakan terdapat lebih 240 ribu pengidap HIV pada tahun 2020. Situasi ini memburuk sejak kudeta.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.