REQNews.com

Bobol dan Jual Data Milik BKN, Oknum Guru Honorer di Banyuwangi Raup Keuntungan 8.000 Dollar AS!

News

Thursday, 26 September 2024 - 02:01

Tersangka peretas data milik BKN (Foto: Hastina/REQnews)Tersangka peretas data milik BKN (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Dittipidsiber Bareskrim Polri menangkap seorang guru honorer di Banyuwangi, Jawa Timur berinisial BAG (25) terkait kasus pembobolan dan penjualan data milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

Penetapan tersangka dilakukan setelah mengakses sistem elektronik BKN secara ilegal dan menjual data melalui situs breachforum.st dan menerima keuntungan sebesar 8.000 dollar AS atau setara Rp 121 juta. 

"Dalam kejadian tersebut BAG memperoleh keuntungan sekitar 8.000 dollar AS," kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji dikutip pada Rabu 25 September 2024. 

Tersangka BAG ditangkap di rumahnya yang beralamat di Dusun Mulyorejo, Banyuwangi, Jawa Timur pada Rabu 11 September 2024 pukul 15.30 WIB. 

Adapun modus operandi BAG melibatkan pencurian kredensial akun administrator BKN yang kemudian digunakan untuk mengunduh data sebesar 6,3 GB dari sistem BKN. 

Ia mengatakan bahwa tersangka sudah memilik akun di breachforum.io dengan usernama topi_x sejak tahun 2021. Kemudian, BAG membuat akun di breachforum.st dengan username topiax pada Oktober 2023. 

"Tersangka telah melakukan penyebaran data elektronik yang diunggah pada akun breachforum.st (dengan username) topiax sebanyak 40 sistem elektronik yang tidak hanya milik BKN," kata dia. 

"Namun juga milik salah satu universitas di Amerika, perusahaan swasta di Amerika, Taiwan, Belgia, Inggris, Thailand, Afsel, India dan Hong Kong," ujarnya. 

Himawan menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, BAG mengakui melakukan aksinya seorang diri. Meskipun demikian, polisi masih melakukan pendalaman. 

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi serta UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. 

Polri pun mengimbau agar pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem elektronik, dapat menjaga keamanan kredensialnya dan masyarakat tidak menyalahgunakan data pribadi demi keuntungan pribadi atau pihak lain.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.