REQNews.com

Junta Militer Myanmar 'Ciptakan' Kelaparan Bagi 50 Ribu Peduduk yang Dijadikan Tameng Manusia

News

Thursday, 26 September 2024 - 23:56

Sebagian dari 50 ribu penduduk 20 desa yang dijadikan tameng manusia oleh junta militer Myanmar. Foto: dmediag.comSebagian dari 50 ribu penduduk 20 desa yang dijadikan tameng manusia oleh junta militer Myanmar. Foto: dmediag.com

Sittwe, REQNews.com -- Lebih 50 ribu penduduk 20 desa yang digebah paksa ke dalam kota Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine, untuk dijadikan tameng mansuia kini menghadapi kelaparan dan penyakit akibat berdesakan di 26 biara yang menampung mereka.

Situs Irrawaddy memberitakan mereka digebah paksa setelah junta militer mambantai 80 penduduk Desa Byian Phyu, akhir Mei 2024. Otoritas junta gagal memberi akomodasi kepada mereka sejak hari pertama pengusiran.

Seorang biksu Buddha dari salah satu biara menggambarkan situasi penduduk yang sedemikian parah. "Sejak bulan pertama mereka tiba, tidak ada yang membantu," kata biksu itu. "Kami membantu semampu kami. Para biksu dan penduduk yang diungsikan paksa kelaparan, sampai World Food Program (WFP) datang."

Mayjen Zaw Min Tun, juru bicara junta militer, mengklaim pengusiran paksa penduduk 20 desa dilakukan setelah Tentara Arakan (AA) -- kelompok pemberontak yang menguasai sebagian besar negara bagian Rakhine -- menyamar sebagai penduduk desa saat menyerang posisi junta. Serangan dilakukan dengan meluncurkan roket rakitan.

Pengamat militer mengatakan junta militer Myanmar mengusir penduduk 20 desa untuk dijadikan tameng manusia terhadap serangan AA. Analisis ini menjadi benar karena sejak junta menggebah penduduk desa ke dalam kota, Sittwe terlindung dari serangan AA.

Seorang pengungsi mengatakan; "Kami makan batang pisang yang tumbuh di kompleks biara, sampai semua pohon pisang itu habis." Ia juga mengatakan penduduk kini menderita masalah kulit dan diare akibat kondisi yang terlalu padat.

"Ada banyak orang di sini. Pria tidur di biara. Wanita dan anak-anak tidur di lantai bawah," ujar seorang wanita di biara itu. "Ruangnya sempit. Jika satu orang sakit, yang lain akan ikut sakit."

Palang Merah Myanmar dan Dokter Lintas Batas (MSF) datang membantu memberikan perawatan kesehatan dasar.

Pengungsi paksa lainnya mengatakan; "Kami diusir dari desa tanpa harta benda apa pun. Kami hanya berusaha bertahan hidup dengan makanan sedikit. Kami hidup di neraka."

Junta militer menahan 300 penduduk Byian Phyu setelah pembantaian itu. Memenjarakan sekitar 100 orang selama tiga tahun karena diduga memiliki kaitan dengan AA. Sekitar 30 lansia dibebaskan, dan 170 lainnya masih dalam tahanan tanpa proses pengadilan.

Saat meninggalkan desa mereka, tidak sedikit yang hanya membawa baju dan celana di badan. Akibatnya, mereka harus selalu mengenakan baju dan celana itu, atau mendapat bantuan dari biksu.

AA merebut 10 kotapraja di negara bagian Rakhine sejak melancarkan serangan, November 2023. Junta militer memblokade Rakhine, dengan menghentikan aliran barang. Akibatnya, seluruh penduduk Rakhine menghadapi kesulitan luar biasa.

Terakhir, junta militer membangun pagar di sekitar Sittwe pada Agustus lalu, dan menanam ranjau darat dan laut di sekitar kota pesisir itu. Penduduk kota menjadi sasaran penangkapan seenaknya. 

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.