REQNews.com

Menteri Israel Smotrich Ingin Taklukkan Tanah Arab dan Jadikan Negara Yahudi

News

Friday, 11 October 2024 - 16:31

Bezalel Smotrich (Foto:Istimewa)Bezalel Smotrich (Foto:Istimewa)

TEL AVIV, REQNews  - Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait keinginannya mendirikan negara Yahudi.

Hal itu disampaikan Bezalel Smotrich dalam film dokumenter berjudul In Israel: Ministers of Chaos, Smotrich menyarankan perluasan "Israel Raya" tak hanya meliputi wilayah Palestina.

Ia mengatakan batas Israel di masa depan akan melampau Sungai Yordan "sedikit demi sedikit".

Dia juga mengklaim, Yerusalem pada akhirnya akan meluas hingga Damaskus di Suriah.

Hal ini, kata dia, sejalan dengan ideologi "Israel Raya" yang didasarkan pada interpretasi keagamaan tentang "tanah yang dijanjikan".

Ia juga merinci keinginannya untuk menaklukkan tidak hanya seluruh wilayah Palestina hingga Sungai Yordan dan Damaskus, tapi juga wilayah yang membentang hingga Irak dan Arab Saudi, dikutip dari The Cradle.

Saat ditanya tentang tujuannya, Smotrich mengatakan, "Saya menginginkan negara Yahudi. Negara yang dijalankan berdasarkan nilai-nilai orang Yahudi."

Pewawancara kemudian bertanya kepada Smotrich, apakah menurutnya, batas negara Yahudi harus melampaui Sungai Yordan.

"Tentu saja, tapi perlahan-lahan. Para pemuka agama kita dulu mengatakan masa depan Yerusalem akan meluas hingga ke Damaskus," jawabnya.

Sebelumnya, Smotrich juga telah mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dengan mengatakan Palestina "harus dihapus dari muka bumi."

Diketahui, konsep "Israel Raya" memuat rencana perluasan wilayah Israel ke Palestina, Suriah, dan Yordania, meskipun batas-batas pastinya belum ditetapkan, dilansir Anadolu Ajansi.

Israel saat ini menguasai Palestina dari wilayah Laut Mediterania hingga Sungai Yordan, termasuk Tepi Barat yang diduduki.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.