Boeing Pangkas 17 Ribu Karyawan, Tunda Pengiriman 777x Satu Tahun
Seattle, REQNews.com -- Boeing akan memangkas 17 ribu karyawan, sepuluh persen dari jumlah tenaga global, menunda pengiriman 777x satu tahun, dan mecatat kerugian 5 miliar dolar AS, atau Rp 77,8 triliun pada kuartal ketiga.
Dalam pesan kepada karyawan, CEO Boeing Kelly Ortberg, mengatakan pengurangan tenata kerja ini diperlukan untuk menyesuaikan realitas keuangan setelah pemogokan 33 ribu pekerja yang masih berlangsung.
Pemogokan pekerja di Pantai Barat AS, masih menurut Ortberg, menghentikan produksi 737 MAX, 767, dan 777.
"Kami mengatur ulang jumlah tenaga kerja agar sesuai realitas keuangan dan dengan berbagai serangkaian prioritas yang lebih terfokus," kata Ortberg. "Selama beberapa bulan mendatang kami berencana mengurangi jumlah total tenaga kerja sekitar 10 persen. Pengurangan mencakup para eksekutif, manajer, dan karyawan."
Di lantai bursa, sahan Boeing turun 1,1 persen dalam perdagangan setelah pasar.
Perubahan ini merupakan langkah besar Ortberg, yang sejak Agustus lau memimpin produsen pesaat yang terkepung masalah; serangkaian kecelakaan dan pemulihan hubungan dengan serikat pekerja.
Boeing mencatat pendapatan sebelum pajak 5 miliar dolar AS untuk bisnis pertahanan dan dua program pesawat komersil. Pada 20 September, Boeing memecat Ted Colbert -- kepala unit pertahanan dan antariksa yang bermasalah.
Dalam rilis terpisah, Boeing mengharapkan pendapatan 17,8 miliar, rugi per saham 9,97 dolar AS, dan arus kas operasi negatif yang lebih baik dari perkiraan 1,3 miliar dolar AS.
Data LSEG memperlihatkan Boeing akan membakar kas kuartalan sebesar negatif 3,8 miliar. Thomas Hayes, manajer ekuitas di Geat Hill Capital, mengatakan PHK itu dapat menekan karyawan untuk mengakhiri pemogokan.
Pemogokan 33 ribu karyawan membuat Boeing merugi satu miliar per bulan, dan risiko kehilangan peringkat kredit investasi yang sangat berharga. Ortberg mengatakan Boeing telah memberi tahu pelanggan tentang jadwal pengiriman yang tertunda satu tahun.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.