REQNews.com

Presiden Prancis Beri Peringatan pada Israel Usai Serang Pasukan PBB

News

Monday, 14 October 2024 - 14:30

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto:Istimewa)Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto:Istimewa)

PARIS, REQNews  - Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali menyerukan embargo senjata terhadap Israel terkait konflik di Gaza dan Lebanon.

Seruan itu ditegaskan Macron setelah militer zionis melancarkan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan.

Dua pasukan penjaga perdamaian Sri Lanka yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terluka minggu ini setelah sebuah tank Merkava menembaki sebuah menara pengawas di markas besar pasukan tersebut di kota perbatasan Naqoura.

Israel mengklaim pasukannya menembaki ancaman langsung, tetapi Macron bersikeras bahwa serangan itu "disengaja" dan dapat “sama sekali tidak dapat diterima”.

"Sama sekali tidak dapat diterima melihat pasukan UNIFIL sengaja menjadi sasaran pasukan militer Israel. Kami mengutuknya, kami tidak menoleransinya, dan kami tidak akan menerima bahwa hal itu terulang," kata Macron setelah pertemuan puncak para pemimpin Eropa di Siprus pada Jumat 11 Oktober 2024.

Macron berpendapat bahwa menghentikan penjualan senjata ke Israel yang digunakannya di Gaza dan Lebanon sangat penting untuk menghentikan kekerasan.

"Kita semua tahu itu. Itu adalah satu-satunya cara untuk mengakhirinya," kata pemimpin Prancis itu dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan Med9, aliansi sembilan negara Mediterania Uni Eropa.

Macron menjelaskan bahwa ia tidak menyerukan "pelucutan senjata Israel," tetapi lebih kepada "menghentikan semua destabilisasi tambahan di bagian dunia ini", demikian dilansir RT.

Ini bukan pertama kalinya Macron menyerukan embargo senjata terhadap Israel. Dalam wawancara dengan media Prancis yang disiarkan Sabtu 5 Oktober 2024 lalu, ia menganjurkan "solusi politik" untuk konflik di Timur Tengah dan berpendapat bahwa negara-negara Barat harus "berhenti mengirimkan senjata untuk berperang di Gaza."

Ia menyebut permusuhan yang terus berlanjut sebagai "kesalahan" dan memperingatkan agar tidak mengubah Lebanon menjadi "Gaza baru."

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.