REQNews.com

6 Mahasiswa di Lombok Jadi Tersangka Kasus Demo Kawal Putusan MK

News

Tuesday, 15 October 2024 - 18:00

Mahasiswa Lakukan Demostrasi (Foto:Istimewa)Mahasiswa Lakukan Demostrasi (Foto:Istimewa)

LOMBOK, REQNews  – Sebanyak enam mahasiswa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan tersangka pasca aksi unjuk rasa mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang ambang batas Pilkada.

Surat penetapan tersangka dan pemanggilan mahasiswa diterima hari ini, Selasa, 15 Oktober 2024.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka, sebanyak lima mahasiswa dari Universitas Mataram (Unram) dan satu mahasiswa dari Institut Studi Islam Sunan Doe Lombok Timur yang ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Enam mahasiswa tersebut adalah Hazrul Falah, Muh Alfarid, Mavi Adiek, Rifqi Rahman, Kharisman Samsul dan Deny Ikhwan.

Penetapan tersangka tersebut akibat mahasiswa dituduh merusak engsel gerbang Kantor DPRD NTB pada aksi yang digelar 23 Agustus 2024.

Kuasa Hukum Mahasiswa, Yan Mangandar Putra mengatakan telah menerima surat penetapan tersangka dan pemanggilan mahasiswa dalam status sebagai tersangka.

"Kami sudah menerima surat penetapan tersangka dan pemanggilan mahasiswa pada Jumat, 18 Oktober 2024," katanya, Selasa, 15 Oktober 2024.

Yan Mangandar mengatakan sangat menyayangkan pelaporan yang dilakukan DPRD NTB terhadap mahasiswa yang menggelar aksi mengawal demokrasi.

"Seharusnya DPRD NTB justru melihat substansi aksi mahasiswa, yaitu suatu proses mengawal dan menyelamatkan demokrasi pasca putusan MK yang coba untuk digagalkan DPR, bukan justru konsen pada melapor mahasiswa," ujarnya.

Menurut Yan, langkah melaporkan mahasiswa merupakan suatu upaya untuk menggagalkan demokrasi.

"Ini bentuk kemunduran demokrasi yang dilakukan oleh DPRD NTB. Seharusnya sebagai wakil rakyat mendengar aspirasi rakyat, bukan justru melaporkan rakyat," katanya.

Yan Mangandaberharap Kapolda NTB yang baru menjabat saat ini untuk mempertimbangkan menghentikan proses hukum terhadap mahasiswa. 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.